Catatan Perjalanan


Aku tidak pernah menyangka akan bertemu denganmu. Tidak terpikir sama sekali. Tidak pernah mengira…sejurus kemudian kita telah menjadi teman seperjalanan.

Ada banyak cerita yang kusimpan, entah apakah kau mau mendengarnya. Terlalu panjang untuk sekilas pertemuan kita yang singkat ini, sepertinya…

Aku adalah seseorang yang rumit dan sulit untuk dipahami. Jalan hidupku rumit dan melelahkan, hingga bahkan aku sendiripun terkadang ingin meninggalkannya. Rasanya seperti perjuangan tanpa henti. Rasanya seperti terus berlari…

Pertemuan kita dan apapun itu yang kurasakan padamu, adalah hal yang sama sekali di luar kebiasaanku. Aku bukan orang yang dengan mudah mengijinkan seseorang masuk ke dalam lingkup hidupku terlalu dalam. Aku menjaga diriku sedemikian rupa dari rasa sakit… aku enggan terlibat terlalu dalam dengan orang-orang karena seringnya mereka akan membuatku kecewa…

Ah tidak, bukan mereka yang membuatku kecewa.

Tapi diriku sendiri. Harapanku pada mereka lah yang membuat aku kecewa.

Bersamamu, tidak semudah itu menjaga hati. Betapa aku tak mampu untuk mengalihkan duniaku darimu. Tetiba, kau menjadi pusat dari segalanya. Sunggul menyebalkan bagiku, yang selama ini terbiasa seperti ini, sendiri.

Namun kuakui, kau membuatku aman. Kau membuatku ingin bersandar dan berhenti berjuang sendiri. Dan itu membuatku berharap. Aku berharap untuk bisa bersamamu melalui segalanya.

Aku tahu itu tak mungkin.

Namun, aku sangat bersyukur Tuhan mempertemukan kita sehingga aku lebih terbuka pada pengalaman-pengalaman emosi yang membantu mengupas lapisan bawang perlindungan diriku…

Kebersamaan singkat kita telah membuatku merasakan bingung, sedih, jatuh cinta, berdebar-debar penuh harapan, tersipu, bahagia, merana, marah, kecewa, cemburu, iri, dan juga benci. YA, sekuat itu lah kesan yang telah kau tinggal dalam hidupku dan pemaknaanku atas kebersamaan kita.

Terimakasih atas semua perhatian yang kau berikan.

Itu bermakna. Sangat bermakna bagiku.

Mungkin ini adalah akhir dari perjalanan kita. Sampai jumpa pada persimpangan berikutnya. Entah di mana, entah kapan… semoga masih ada kesempatan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s