Iya nggak sih?


Melanjutkan membaca buku Ryan & Deci (1985) berjudul Instrinsic Motivation and Self-Determination in Human Behavior, yang kemarin itu loh…tapi kali ini saya nggak mau pakai judul yang sama lagi sebagai judul artikelnya, nggak kreatif ah! Bisa-bisa ada 10 artikel yang berjudul “Yang Mana?”πŸ˜€

Masih berkutat tentang landasan teoretik untuk memahami motivasi ya… Biar aja deh dianggap kuno karena hari gini membaca buku jadul dan mengkaji teori klasik.. kalau menurut saya sih saya memang perlu mengetahui asal-mula dan akar perkembangannya seperti apa. Ingat pesan guru sejarah saya jaman SMA: “JAS MERAH” –jangan pernah melupakan (guru) sejarahπŸ˜›

Oke, lanjut tentang bahasannya tadi ya guys

An organismic theory begins with the assumption of an active organism; it assumes that human beings act on their internal and external environments to be effective and to satisfy the full range of their needs. In the process, behavior is influenced by internal structures that are being continually elaborated and refined to reflect ongoing experiences.Β  The life force or energy for the activity and for the development of the internal structure is what we refer to as intrinsic motivation.

Bahwa memang benar jika individu “mencari cara yang pas” untuk bertahan hidup, dengan menyeimbangkan lingkungan internal dan eksternalnya sehingga ia dapat memenuhi berbagai kebutuhan. Dan hal ini tentunya sangat berkaitan dengan struktur kepribadian -apalagi kalau kita mau ngomongin teori Psikoanalisis. Kemudian, terbentuklah motivasi instrinsik ini, berdasarkan proses pengolahan dalam dirinya atas segala bentuk peristiwa dan pengalaman yang terjadi dalam hidupnya.

Boleh nggak ya, kalau saya kemudian berasumsi bahwa: “Kalau kita (memang mau) mengembangkan motivasi instrinsik, maka kita perlu meluangkan waktu untuk berlaku reflektik ke dalam diri kita?”

Kalau boleh lagi saya lanjutkan, bahkan proses pengalaman terkait motivasi eksternal atau drive-drive di luar diri kita akan masuk dalam lingkup diri kita ketika merenungkannya. Iya nggak sih?

Misalnya gini: pujian adalah bentuk reward eksternal. Jika perilaku yang ditunjukkan oleh individu itu ditujukan mencari pujian maka perilaku tersebut berlandaskan motivasi eksternal, kan? Kemudian, ketika Si A memaknai pujian itu berbeda dari Si B, maka proses internal yang terjadi dalam diri keduanya pun akan menjadi berbeda. Si A begitu menikmati proses yang ada dan kemudian menginternalisasikannya, sementara Si B tidak. Menikmati proses merupakan dasar seseorang dapat membangun motivasi instrinsik dalam dirinya. Begitu, penjelasana dari Pendekatan Emosi (Emotion Approach).

Ada konsep yang ditawarkan disini, yaitu: 1) Interest-Excitement dan 2) Enjoyment and Flow.

Emotions are integrally related to intrinsic motivation. The emotion of interest plays an important directive role in intrinsically motivated behavior in that people naturally approach activities that interest them. Interest is, to a large extent, a function of optimal challenge, though there are other factors that also influence people’s developing interests. The emotions of enjoyment and excitement accompanying the experiences of competence and autonomy represent the rewards for intrinsically motivated behavior.

When people are intrinsically motivated, they experience interest and enjoyment, they feel competent and self-determining, they perceive the locus of causality for their behavior to be internal, and in some instances they experience flow.

Prosesnya itu resiprokal, iya nggak sih?

Maksud saya, duluan mana motivasi sama ketertarikan/interest dan enjoyment-nya? bukannya itu proses yang terjadi terus-menerus dan simultan? Iya nggak sih?πŸ˜€

Hihihihihihii… puyeng yah mbaca tulisan saya…

Kesimpulannya, sederhana sih: DO WHAT YOU LOVE AND LOVE WHAT YOU DOπŸ˜€

gypsi gypsi set

πŸ˜€ Belajar, berlatih, mencoba, menjalani…πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s