Apa kabarmu hari ini?


Berkali-kali aku mengecek telepon genggamku hari ini. Sepi. Aku berharap ada balasan pesan darimu. Ternyata tidak. Tak apalah, selama ini bukankah keseharianku juga seperti itu?

Pertanyaan terakhirku padamu, adalah apakah apa yang kualami selama ini merupakan pertanda atau hanya caraku mereka-reka dan menerjemahkan keinginan dari alam bawah sadarku. Dan jawabmu adalah, “Pertanda nyata biasanya akan terbukti dalam beberapa waktu dengan sendirinya, keinginan hanya bisa terbukti dengan upaya dan susah payah.”

Oke, aku akan memasukkan semua pengalaman itu sebagai keinginan saja lah. Toh saat ini aku tidak bisa bersamamu.

Semua yang terjadi adalah kebetulan. Pertemuan-pertemuan itu, perasaan nyaman itu, adalah kebetulan acak dari alam semesta yang siapa saja dapat mengalaminya, tidak harus aku atau tidak selalu dirimu. Kenangan itu akan kusimpan rapat-rapat..

 

 

Upaya dan susah payah? Kurasa aku tidak pernah melakukan apapun untuk mendekatimu… aku tidak pernah menyengaja mencarimu, bahkan aku berusaha keras untuk tidak memikirkanmu, tidak mengingatmu..

Mimpi-mimpi itu? Bahkan saat aku tak mengingatmu, mimpi itu hadir.. dalam mimpiku, kau datang dan memberikan perlindungan, seolah kau adalah Sang Penyelamat. Sebegitu besarnya kah arti kehadiranmu bagiku? Sebegitu kuat kah pengaruhmu pada hidupku?

Aku merasa sedih dan buruk.. karena perasaan seperti ini tampaknya hina. Entahlah aku tidak mengetahui apa kata yang tepat untuk menggambarkannya atau menjelaskannya padamu… ada sedikit rasa marah dan tidak terima… aku tidak pernah memaksakan apapun padamu, bukan? Aku tidak memintamu menemaniku, aku tidak memintamu bersamaku, aku tidak memintamu menjadi milikku. Aku tidak melakukan apapun. Hanya dalam diam aku berusaha memaknai semua itu.

Oke, tampaknya semua ini memang hanya tentang aku.

Keinginanku akan kehadiran sosokmu. Entah, apakah sosokmu atau ciri sifat yang ada padamu, aku tak tahu.

Aku berharap menemukannya pada orang lain, berusaha menyukai orang lain, berusaha menumbuhkan cinta pada orang lain.. tapi aku tidak berhasil. Jadi, jangan katakan aku tidak berusaha melupakanmu. Berhenti membuatku merasa tidak diinginkan! Perasaan kehilangan seperti sudah cukup menyakitkan buatku. Janganlah kau tambahi dengan penolakan seperti itu.

Aku tahu aku bukan siapa-siapa.. meskipun aku berharap aku adalah someone dalam hidupmu, but in fact I never will.

It’s hurt.

I love you, but I give up on you now.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s