Tahun Baru, Semangat Baru


Pengennya, tahun baru itu dapat menghasilkan karya-karya baru🙂

Nah, niatnya mau mencoba untuk tertib dan rajin mengikuti tema mingguan yang diadakan di Year of Jewelry Project. Pas tanggal 31 Desember 2013 yang lalu itu mulai membuat karya ini, jadi karya ini adalah karya perdana saya di tahun 2014. ahye!!Berikut ini adalah gambaran step-by-step-nya ya:

  1. Milih batu hijau, konon katanya, hijau adalah lambang kesuburan🙂 semoga di tahun ini, subur makmur barokah, amiiin.. Bezelnya pake netted bezel, dengan kawat gilt ukuran 0,4mm (26 gauge)
  2. Setelah dibezel dengan kuat, saya bikinlah itu coiling di sekeliling batu. Sengaja menggunakan coiling, karena saya merasa perlu meng-upgrade level sabar dan legawa saya dalam menghadapi berbagai stressful live events, haha!
  3. Saya berusaha keras membuat coiling itu simetris di bagian kanan dan kiri, lantar saya tambahi dengan kristal dan mutiara. Tidak ada filosofi khusus sih, hanya saja agar terlihat lebih manis.
  4. Terakhir, saya merasa perlu untuk berani memberikan aksen🙂 saya gabungkan dengan penggunaan kawat tembaga cokelat gelap. Harapannya, saya punya lebih punya inisiatif, nggak minderan, dan lebih melihat diri dari sudut pandang objektif. Sudah cukup lah..

tahap1 tahap2 tahap3dewi sri

Urutan gambar: ki-ka atas –penjelasan no.1 dan 2; ki-ka bawah –penjelasan no 3 dan 4

Sebenarnya, saya masih bingung yaa.. enaknya (atau lebih tepat, bagusnya), kawat tembaga gelapnya itu diletakkan di bagian atas atau bagian bawah ya? Sampai sekarang bros ini belum saya pasangi peniti, karena masih gamang dengan orientasi yang paling cantik yang mana🙂

Kalau ada, tampilannya seperti ini nih ===========>dewi sri3

Ini tampilan komplitnya ==============>

dewi sri2

Dan, di tahun ini ingin lebih mengembangkan psychological well being.. (haha!!)

Carol D. Ryff (1989) sangat populer dengan 6 faktor psychological well being-nya.. dan saya rasa, saya masih bersepakat dengannya🙂 As she said, psychological well being adalah pencapaian penuh dari potensi individu, dimana ia dapat menerima segala kekurangan dan kelebihannya, terbuka pada pengalaman-pengalaman baru, mau untuk terus berkembang, memiliki tujuan hidup, mampu mengelola lingkungan, memanfaatkan sumber-sumber peluang yang ada di sekelilingnya, mampu mengatur tingkah laku sendiri, mandiri, dan terakhir, mampu menjalin hubungan yang positif dengan orang lain.

Wah, peer tuh…😀

See things positively.

Yup, tinggal direalisasikan saja!

reference:

Ryff, C.D. (1989). Happiness Is Everything, or Is It? Exploration on the meaning of psychological well-being. Journal of Personality and Social Psychology. Vol. 57, No.6, Halaman 1069-1081

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s