The Phoenix


Lamaaaaaa sekali saya tidak menulis.. dan hari ini saya sempatkan untuk menulis sedikit hasil refleksi beberapa hari (atau beberapa waktu yaa.. mengingat sudah berbulan-bulan saya tidak produktif di blog ini) yang lalu… memang isunya tidak jauh-jauh dari pemaafan🙂

Image

Apa yang kalian lihat dari gambar ini?

Ini gambar bros, ada beberapa macam warna batu yang dipasang di situ.. abu-abu, merah, ungu, agak pink…

Kawatnya? Ada bagian kawat yang carut-marut, ada kawat yang rapih jali…

Nah,

memang ini bros yang sudah saya mulai proses pembuatannya sekitar 3 atau 4 bulan yang lalu, saya lupa😦 Saya bingung waktu itu, batu ini berwarna abu-abu, kesannya nggak jelas, burem, gloomy.. mau dibungkus pake kawat apa? Kemudian pilihan jatuh pada kawat tembaga yang berwarna kekuningan itu.. trus kok jadi ilfil pas mau ngelanjutin??😦

Dan akhirnya baru selesai hari Sabtu yg lalu..

Lesson learned dr proses pembuatan bros ini:
“Problem itu dihadapi, diselesaikan..bukan disimpan dan disangkal. Maafkan diri sendiri, terima pengalaman sebagai bagian dr perjalanan hidup, meskipun pengalaman itu dimaknai tidak menyenangkan.”

Hasil akhir dr karya yg tertunda selama berbulan-bulan akibat salah pilih batu dan jenis kawat, akhirnya tu kawat “diruwetin” sekalian🙂

Kalau bros ini dianalogikan sebagai kehidupan.. kita mau main metafora-metaforaan nih.. hidup itu ya ruwet. Mau gimana lagi, akan selalu ada masalah datang silih berganti, memang harusnya dihadapi dan diterima.

Seperti apapun hasilnya kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menjalani hidup dengan lebih baik, lebih genuine, lebih tenang, tidak lagi berpura-pura, tidak lagi menyakiti orang lain, tidak lagi melenceng dari jalur…

Si batu abu-abu itu bernama Larvikite, batu sejenis labradorite yang berasal dari Norwegia. Saya punya dua buah, hasil berburu tak sengaja di pasar batu🙂 memang sulit “mengatur” batu berwarna abu-abu.. sama halnya mengatur emosi.. salah-salah malah jadi nggak oke hasilnya, tapi kemudian, yang sudah terlanjur dipasang tidak baik bila dibongkar kembali, jadinya mari kita benahi…

Salah? Memang kita punya banyak kesalahan. Yang terpenting adalah TAHU itu salah, BERHENTI berbuat salah, dan TIDAK PERNAH mengulangi kesalahan yang sama.

Kesalahan kemarin? BERKACALAH, MERENUNG, INTROSPEKSI, REFLEKSI… apa yang dapat dilakukan untuk membuatnya less worse? Jika ada kesempatan kedua, manfaatkan! Berhentilah menjadi cengeng dan menempatkan diri sebagai korban, karena itu hanya mengalihkan kesalahan kita pada orang lain, pada situasi, pada dunia, pada Tuhan (mungkin??). TIDAK ADA GUNANYA!Hanya akan membuat kita berlari semakin jauh, menghindar dan terus menghindar… menyangkal dan terus menyangkal. ITU BODOH!

Image

Ini hasil akhirnya… memang tidak sempurna, tapi..heyy! Apa sih arti sempurna? Bukankan memang tidak ada yang sempurna? seperti halnya tadi, tidak ada orang yang tidak pernah membuat kesalahan, kan?

Saya namai Phoenix, karena entah mengapa melihatnya membuat saya teringat pada Fawkes, burung Phoenix milik Albus Dumbledore di cerita Harry Potter🙂 Semoga pas juga dengan filosofinya yaa..

Eniwei, sekelumit corat-coret ini semoga dapat menginspirasi kita di Senin pagi yang cerah ini🙂
 xoxoxoxo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s