Dilema Daycare


Ibu-ibu bekerja pasti sudah akrab ya dengan lembaga satu ini, kecuali yang punya nanny khusus di rumah..

Nah, saya adalah pemain baru. Baru 2 hari mencoba melatihkan anak saya masuk daycare karena dia mau saya tinggal bekerja. Hiiii… Agak sulit memang mencari daycare yang deket tempat kerja dan bersedia menerima anak usia di bawah 2 tahun. Anak saya sekarang 20 bulan. Nah, ketemua satu pilihan -hanya ada SATU- yang memenuhi kriteria tersebut. Saya mengambil pilihan itu, pada akhirnya.

Yang membuat saya merasa tidak nyaman saat ini karena kebiasaan di daycare tersebut yang memakaikan popok sekali pakai (pospak) pada anak-anak, dan sepertinya tidak -atau belum?- melatihkan toilet training bahkan pada anak usia diatas 3 tahun! Lha anak saya ini nggak pernah pakai pospak sejak bayi je.. gimana dong? dia juga sudah ngerti kalau mau pipis/pup. Tapiiiiiiiiii… masalahnya, memang selama ini saya sendiri yang meng-handle si bocah.. orang lain kan belum tentu mau serepot saya ngurusin dia.. ya itu kalau dibilang repot yah..

BTW, saya jadi mikir, duluuuuuuuuuu.. sebelum pospak atau dispossable diapers itu menjamur dan semua ibu-ibu berlomba-lomba memakaikannya pada anak bayinya, orang-orang jaman dulu kayaknya ya biasa-biasa aja ya anaknya nggak pake pospak itu.. apa karena sekarang sudah merasa sangat terbantu dengan pospak yang murah itu ya? dibandingkan dengan kerepotan melatih toilet training, pospak jauh lebih meringankan beban ibu dan beban para caregivers/nanny/prt?

Hmmm…. Ya sudah.. mau gimana lagi, memang sudah masanya anak saya masuk daycare.. kadang yo kok merasa bersalah ya, demi ambisi ibunya untuk berkarir, anak ini menjadi “korban”…

Tapi, ah.. saya mikir juga, mungkin kenyataan kondisi yang terjadi besok, bisa saja tidak seseram yang saya bayangkan🙂 Mungkin, ada caregiver yang nggak sesinis yang kemarin saya temui, yang masih mau “direpotin” ngurus anak tanpa pospak🙂

Amin..😀

btw, saya jadi mikir lagi… apa saya ini termasuk ibu yang aneh ya, kalau nggak ngikutin trend ibu-ibu sekarang? Menjadi outlyer gitu.. kan kalau di kurve normal, termasuk yang nggak normal😦

Yah, things changed.. nggak tahu deh..

Berdoa aja semoga besok, anak lanang bisa beradaptasi dengan baik.. at least selama 5 bulan ajah di sana.. semoga begitu sampai 2 tahun dia bisa pindah ke daycare kampus yang melarang anak pakai pospak😀

Amiin😀

2 thoughts on “Dilema Daycare

  1. Huwaaa, sudah mulai sekolahhh yaaaa…
    Kalau boleh tahu, rasio anak dan caregivernya berapakah? Kalau banyak sih mungkin kebijakan menggunakan pospak itu lebih ketidakmaurepotannya si caregiver.. 😀

    • ketok-men yo lumayan akeh bocahe mbak, tapi aku kok ya nggak nanya detilnya yah.. soale selentingan aku denger ada yang rajin masuk n ada yang masuknya jarang-jarang. Iya mbak, aku mulai kerja besok Senin tgl 3 Des ini..hihihihi..mau ndak mau harus mulai sekolah🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s