Love from the past


Inspired from my senior, Mr. Ahmad Irfan🙂

I started creating this pendant this morning🙂
Menggabungkan teknik dasar tree of life untuk mengikat batu, begitu kata Pak Irfan. Saya hanya “meraba-raba” apakah seperti ini caranya, saat saya melihat foto hasil karya beliau. Jadi, karya saya kali ini sepertinya merupakan proyek duplikasi ya… tapi insyaAllah bukan plagiarism🙂

Berikut ini -kurang lebih- langkah-langkah pembuatannya:

  1. Bikin buletan seukuran batu, sebagai landasan bezelnya. Trus pada bagian atasnya di-iket dengan kawat. Ukuran rangka bezel 18ga, kawat pengikatnya 26ga. Sengaja lebihkan panjang sisa kawat rangka bezel, untuk membuat bentuk pendant.
  2. Trus saya menyiapkan 6 buah kawat 26ga kurleb 30cm (saya sih berdasar feeling ajah, alhamdulillah jarang bersisa yang mubadzir🙂 ). Trus dipluntirin di bagian rangka bezel, seperti pas mau bikin tree of life pendant gitu. Twisted wire-nya kurleb 5cm, ntar mau dipakai sebagai bezel, buat nge-wrap batunya. Konsep wrap-nya sih seperti bikin netted bezel, alias dibikin bentuk jaring (net) tapi dengan ukuran yang agak besar, lalu sisa kawat dipluntir lagi jadi satu.
  3. Kawat sisa rangka bezel, dibentuk sebagai kerangka luar, dalam foto ini sih dibentuk hati yah. Sisa kawat netting dipluntirin ke kerangka luar, seperti kalau buat tree of life, sisa kawatnya di-uwer-in lagi ke dalem, dipluntir-pluntir lagi, sampe habis ( ini tergantung kreativitas dan keinginan masing-masing sih, bebasss ajah). Intinya adalah mencari cara bagaimana agar batu terkunci dengan aman, trus kawat bisa membentuk seperti pohon (mengingat ini adalah variasi dari tree of life yah), dan secara keseluruhan, hasil karya menjadi kokoh dan kuat. Mau detail uwerannya seperti apa, itu bebassss😀
  4. Trus saya bingung, kok terlalu plain, dan terlalu mirip sama contoh yang diduplikasi yah (mirip nggak sih??)? makanya saya terpikir untuk memasang clay flower di bagian atas pendant. Hehehe..
  5. Jadi deh, pendant sederhana ini😀 Tinggal dipasangin tali kulit, pastinya cantik sebagai choker yang sederhana. Oya, bisa juga lho kalau mau dijadikan bros, tinggal pasang pin di bagian belakang pendant.

Ini foto karya Pak Irfan: http://www.facebook.com/photo.php?fbid=480685515298052&set=o.516786988335631&type=1&theater

Dan ini hasil karya duplikasi saya:

Daaaaaaaaaaaaan… karya ini mengingatkan pada seorang teman seperjalanan saya di masa lalu🙂

Tentang teman seperjalanan, saya selalu mellow kalau teringat beliau. Bersamanya semua terjadi serba kebetulan dan dalam pola yang berulang🙂 Dan beberapa waktu lalu saya nyaris pingsan *saking terkejutnya* pada kemungkinan pola tersebut terulang kembali dalam waktu dekat ini🙂 Entah seberapa persen kadar kebenaran kabar tersebut, saya enggan mencari tahu lebih lanjut. Hanya saja, saya selalu takjub pada cara Tuhan mempertemukan kami kembali, hingga saat ini pun saya belum mengetahui apa alasan di balik pertemuan-pertemuan itu🙂

Tuuuuuuh kan melloooooooow… hahahahhah!

Begitulah hidup, kawan!

Somehow, perjumpaan dan perpisahan membuat saya menyadari satu hal… Tuhan telah mengatur hidup kita sedemikian rupa dan menghadirkan tokoh-tokoh yang bila kita mau pelajari, membawa banyak perubahan bagi diri kita. Mereka tidak sekedar numpang lewat, mereka bahkan tak terlupakan🙂

You could be my unintended choice to live my life extended

You could be the one I’ve always loved…

Begitu, kata Muse…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s