LEMON TREE


Fresh from the oven🙂

Tadi pagi terinspirasi membuat bros ini, sebenarnya awalnya karena “ditantang” lagi sama Pak Ahmad Irfan, bagaimana bisa nggak mengembangkan gaya klasik Tree of Life yang populer itu. Iseng, saya mencoba ini:

  1. Saya pilih batu agate kuning ini sebagai batu utama, sengaja pilih batu berlubang agar mempermudah proses pembuatan -namanya juga percobaan pertama🙂
  2. Untuk batang pohonnya, saya pilih kawat warna hijau ini, maunya sih biar terlihat natural.
  3. Kawat bakal batang dipilin di rangka batu utama
  4. Trus ditambahin manik kristal ukuran 4mm dan batu agate kecil warna hitam itu. Kenapa ya saya tadi kok milih warna itu? Hmm, entahlah, mungkin teringat kemarin menuliskan sedikit tentang EROS dan THANATOS. Hijau perlambang eros dan hitam perlambang thanatos, dan bahwa dalam diri manusia kedua dorongan itu pasti ada ya…
  5. Oiya, untuk rangka saya menggunakan kawat kuningan (brass), awalnya sih dipikir biar matching sama batu kuningnya itu, juga sama kawat hijaunya.
  6. Eh ternyata  finishing touch-nya malah saya tambahin gunmetal. Agak nyesel juga sih, hasil akhirnya jadi suram gitu kena nuansa abu-abu gunmetal😦

Btw, ini bros bisa dipakai jadi bandul kalung juga🙂

Saya juga merasa kalau bros ini terkesan terlalu “berat” jadinya… kombinasi gunmetal dan brass sepertinya nggak nyambung, mungkin tadi seharusnya brass digabungin sama rose gold aja ya. Hiks. Dan juga penambahan manik-manik di atas batu utama membuat batu utama terkesan “tertutupi”😦

Meskipun demikian, secara desain, saya boleh berbangga karena yang muncul -menurut saya- adalah tipikal bros filigri buatan saya. Semoga sih saya sudah mulai menemukan ciri khas🙂 dan secara kerapian, saya sudah menunjukkan peningkatan. Oya, yang masih perlu saya pelajari lagi adalah membuat sisi kanan dan kiri simetris, hmmm… masih suuussaaaah aja ya bikin simetris begitu.

***

Nah, lesson learned-nya apa yaaa?

Oyaaa… yang pastinya harus rajin belajar🙂

Ini percobaan ketiga membuat wj bertema tree of life, dan ketiga-tiganya beda! Berarti otak saya nggak mandeg di bagian T dari ATM (amati-tiru-modifikasi) yang sering digembar-gemborkan senior dong ya hehehhehehe… walaupun, meskipun, masih dalam level beginner🙂

Lho ya semua orang itu wajar kalau memulai sesuatu pasti dari level beginner dulu, nggak mungkin dia ujug-ujug di level advance🙂 jadi, imho, kita perlu menghargai setiap proses. Nggak perlu lah membandingkan proses kita dengan proses orang lain, apalagi mencibir orang yang kita anggap levelnya di bawah kita. Hmmm… bukan kapasitas kita untuk menilai proses manusia, terlebih lagi dengan berjumawa.

Kalau mau membandingkan, lebih baik membandingkan perkembangan kita dari waktu ke waktu saja🙂

Trus, boleh nggak sih “melihat” orang lain sebagai perbandingan diri? Boleh saja, sebatas sebagai motivator, namun bukan sebagai kiblat pertumbuhan diri, karena bagaimanapun juga kita dan mereka -atau dia- berbeda. Banyak faktor yang membuat perbedaan itu ada, mulai dari latar belakang kehidupan sampai pada nilai-nilai yang dipegang dalam hidup. Jangan sampai kehilangan jati diri.

Lho ini saya lagi nyeramahin siapa ya?

-Waduh!-

Tulisan ini self-talk aja kok, saya ngomong sama diri saya sendiri🙂

Kalau pembaca merasa ada yang bisa dipahami dan dijadikan referensi dari tulisan ini, saya mah bersyukur banget. Setidaknya ada bagian dari diri saya yang bermanfaat untuk orang lain🙂

2 thoughts on “LEMON TREE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s