Gilt Wire vs Non Tarnish Brass Part 2


Melanjutkan cuap-cuap yang kemarin yaaa…

Tentang Gilt Wire

Istilah “Gilt” kurang lebih artinya “Diberi sentuhan emas”, bisa jadi dengan disemprotin atau dicelupin ke cairan emas. Saya baca sedikit keterangan dari wiki seperti itu. Gilt Wire yang saya pake nih saya beli di Studio Manik, atas rekomendasi seorang kawan. Hasilnya cantik sekali, menurut saya. Namun kelemahannya, lapisan emas di kawat ini mudah terkelupas saat pengerjaan, karena mungkin tergores saat bersentuhan dengan batu atau dengan tang. Pengelupasan juga terjadi saat kawat terpelintir. Tapi, untungnya, pengelupasan ini, menurut pengalaman saya sejauh ini, terjadi pada kawat ukuran kecil 0,3mm atau 28ga.

Dengan hasil seperti ini, saya puas dengan si Gilt Wire dari Scientific Wire Germany ini….

Sementara itu, rekan Gilt Wire yang akan saya kupas di sini adalah si Brass alias kuningan dari Paman Sam.

Artisitc Wire punya varian dengan nama Non-tarnish Brass Wire. Saya, pada awalnya, berharap lebih dengan judul yang “non-tarnish” ini. Berharap mendapatkan warna kuningan yang kuning, tapi ternyata pengelupasan lapisan pelindung mudah sekali terjadi pada kawat ini. Efeknya adalah terjadi proses tarnish alias warna kuningan jadi kehitam-hitaman. Anyhow, it still look gorgeous. Sisi baiknya adalah kesan vintage saat kuat tampak pada artwork dengan menggunakan kawat ini.

Coba tengok bros ini…

Kesan akhir tidak sekinclong bros dengan kawat Gilt kan?

Artwork yang lain seperti ini:

Jadi, kesimpulannya adalah…

Tidak ada mana yang lebih bagus dari yang mana, karena tiap jenis kawat itu membawa karakeristik masing-masing. Tentang kelebihan dan kekurangan, itu pasti ada dan sudah menjadi konsekuensi yang harus kita terima ketika kita memutuskan akan menggunakan kawat yang mana.

Hal bijak yang dapat dilakukan oleh wire worker adalah:

  1. Menanyakan selera dan kebutuhan customer. Ask them what they want and what they need, clearly.
  2. Sampaikan kelebihan dan kekurangan kawat tersebut di awal, kalau saya sih menyebutnya dengan istilah konseling perkawatan. Berikan clue cara perawatannya juga, agar customer paham dengan artwork yang akan dimilikinya.

Nah, dengan begitu, masing-masing pihak mendapatkan win-win solution, kan?

Tentang harga?

Menurut saya sih, sama aja. Sama mahalnya.  Hehehehehe… tapi saya percaya, ada harga, pasti ada kualitas. Balik lagi, tergantung kita mau pilih yang mana🙂

Life is a bunch of choices. Am I right?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s