Wire Jewelry’s Price


Wire -wrapped- Jewelry itu apaan sih?

Nih, kata Wikipedia:

Wire wrapping is one of the oldest techniques for making jewelry by hand. In wire wrapping, jewelry is made using jewelry wire and findings similar to wire (like head-pins) to make components. Wire components are then connected to one another using mechanical techniques with no soldering or heating of the wire. Frequently, in this approach, a wire is bent into a loop or other decorative shape and then the wire is wrapped around itself to finish the wire component making that loop or decorative shape permanent. Because of this technique for wrapping wire around itself this craft is called wire wrapping.

Selanjutnya, Wire atau kawat yang digunakan untuk membuat perhiasan kawat ini apa sih:

Wire is available is various shapes, such as round and square, and patterns, such as flat and pre-twisted. It is also available in a variety of materials. Copper and brass wire are easy to shape and manipulate. Copper wire can be hammered quite thin. Brass wire is a little stiffer than copper, but it can be manipulated very easily. Sterling silver is soft enough to manipulate, but holds its shape well once it has been formed. Gold-filled wire is made by fusing a layer of 12-karat gold to a supporting material. The bond between the two materials is permanent.

Wire is measured by diameter, which is indicated by gauge numbers. The lower the gauge, the thicker the wire. A 12 or 14-gauge wire is fairly heavy, but ideal for making bangles and chokers. 10-gauge wire is very thick and stiff, while 26-gauge wire is very fine, almost as thin as hair. This thin wire is well-suited for coiling embellishments. 16-gauge wire is good for making jump rings and links for necklaces and bracelets, and 18-gauge wire is good to use for adding embellishments and making finer links.

  • Memory Wire is a rigid, pre-coiled wire that makes it easy to create finger and toe rings, bracelets and necklaces.
  • Beading Wire is a twisted stainless steel wire with a nylon coating. It is good to use with abrasive beads. A thinner wire will give an appealing drape to lightweight beads such as gemstone heishe, liquid gold, or liquid silver and bugle or seed beads. A thicker weight wire should be used to accommodate larger, heavier bead strands.
  • Super-thin Beading Wire is a 34-gauge wire that can used for forming shapes and weaving around findings. Because it is so fine, this wire will fit through almost any drill hole. It is to be used with lightweight beads only as it is very thin and doesn’t have much tensile strength.
  • Color-Coated Copper Wire (also known as Enameled Copper Wire) is copper based crafting wire that is soft, extremely malleable and retains shape moderately well.
  • Precious Metal Wire – sterling silver, fine silver, and gold are the most common – is used for wire-wrapping, chain-making and other jewelry construction. It is available in four shapes, round, half-round, square and twisted.

Precious Metal Wire also comes in three hardnesses, dead soft, half-hard and full hard.

  • Dead Soft wire is extremely malleable and can be bent easily into a variety of shapes. It does not hold its shape well at stress points such as clasps.
  • Half-Hard wire is malleable; however, it will maintain in intricate shape under moderate stress. It is useful for weight-bearing parts of wire-wrapped jewelry.
  • Full Hard wire holds its shape for wire-wrapping jewelry. Its tempered nature holds intricate designs well, and is excellent for clasps.

Bagaimana untuk menentukan harga?

Seperti halnya hasil karya seni lainnya, untuk menghargai wire jewelry kita tidak bisa semata-mata mengkalkulasikan bahan-bahan saja. Namun, segala hal yang berkaitan dengan proses pembuatan, proses promosi, packaging, shipping cost, dan pelayanan purna jual juga perlu menjadi pertimbangan.

Daaaan yang tak kalah pentingnya selain hal-hal teknis yang saya sampaikan di atas, adalah nilai estetika. Suatu hal yang sangat subjektif yaaa… tapi memang begitu lah cara kita menilai karya seni -yang pastinya mengedepankan nilai estetis-

Sebagai sebuah karya seni yang sekaligus benda fungsional, sangat wajar bila wire jewelry juga disejajarkan dengan karya seni lainnya… apalagi kalau yang digunakan sebagai bahan utamanya adalah precious wire dan precious stone yaa🙂

Bagaimana dengan saya?

Saya berusaha menjembatani kebutuhan klien yang menginginkan barang indah dan bagus dengan harga semurah mungkin –hello!!??–

Saya sudah membuat koleksi second line, yang memang secara harga lebih ekonomis, namun tetap saya kerjakan sepenuh hati, baik dari segi teknik pembuatan, desain, maupun pilihan bahannya. Tapinya yang jelas saya tidak akan menggunakan precious stone atau precious wire untuk koleksi second line ini.

Selebihnya, saya kembalikan kepada anda…para klien –dan calon klien– saya, koleksi mana kah yang paling sreg di hati anda?

 

 

16 thoughts on “Wire Jewelry’s Price

  1. Setuju, ada harga ada rupa, semua dikerjakan dengan hati, tinggal konsumen mau nya Чάπƍ mana.. Yak dipilih-dipilih.. 🙂

    • iya mbak… tapi sebel juga kadang ada yang udah dikasi pilihan gitu masih ngotot, maunya yang bagus tapi harganya ngikut yang murah, pake sewot pulak, ujung2nya ngeremove akyu dari fb-nya…ga cuma aku, suamiku juga ikutan diremove…halah halah…

      • mbak…maaf nanya,,kalo untuk yang second line biasanya pakai kawat apa?kawat tembaga atau kawat monel?untuk kawat tembaga biasa itu bisa tahan lama gak mbak?aku baca-baca kok katanya gampang teroksidasi…..
        mohon bimbingan….agak-agak susah memahami istilah-istilah di atas..
        saya lagi tertarik dengan wire working..thanks…

      • Tembaga. Kebanyakan pakai kawat tembaga, mbak.
        Oya kah? Mbak baca-baca di mana? Mungkin yang mbak sebutkan lebih mudah teroksidasi adalah yang jenis bare copper. Maaf saya juga pemula dalam wire working, jadi belum banyak ilmunya. Di sini saya hanya menyampaikan sebatas yang saya ketahui ya🙂 Saya biasanya pake jenis tembaga yang enameled, tembaga yang ada lapisannya, merk-merk dagang seperti artistic wire, beadalon, parawire, setahu saya semua termasuk enalemed copper wire. Oya kutipan yang saya ambil dari wikipedia di atas cuma tentang jenis-jenis kawat berdasarkan tekstur, memang tidak mendalam membahas sampai ke oksidasi. Btw, banyak juga lho yang suka copper atau silver oxidized, dan memang sengaja melakukan proses oksidasi, dengan cara dibakar atau menggunakan bahan kimia. Untuk finishing touch, kawat oksidasi biasanya diberi cairan polishing khusus. Maaf saya nggak bisa mengulas ini lebih jauh, karena saya sendiri baru beberapa kali saja mencoba mengoksidasi copper.

  2. iya..saya juga sudah sedikit membaca tentang oksidasi itu…termasuk yang ada di blog ini juga mbak….
    umm…kalo untuk yang kawat tembaga semacam artistic wire dsb itu kan harganya lumayan maharani yak untuk saya yang baru mulai latihan….hihi..
    kalo kawat tembaga yang biasa dipakai dalam pembuatan bross itu bisa dipakai juga kah?apakah itu yang disebut sebagai bare copper?
    apakah mbak juga menggunakannya dalam karya-karya yang sudah dijual?
    oya..untuk jenis kawat yang bisa dioksidasi itu, kawat tembaga yang murah itu kan yak?bukan yang model/merk artistic wire?
    maap mbak kalo pertanyaannya kepanjangan….maklum masih sangat-sangat awam tentang dunia perkawatan…
    saya membaca dari manik cantik-nya mbak Mia Gofar..
    Tembaga merupakan metal yang mudah untuk dibentuk baik dengan panas ataupun tidak dengan panas. Kelemahan dari tembaga ini sebagai perhiasan adalah metal ini sangat cepat teroksidasi dan akan meninggalkan noda hijau atau hitam pada kulit. Untuk menghindari perubahan warna, perhiasan tembaga ini biasanya dilapisi dengan lapisan tipis acrylic, tetapi biasanya pelapisan ini tidak akan tahan lama…

    • wwhwhwhee..maaf ya mbalesnya luamamaamaa.. aku biasanya pake kawat impor yang mahal2 itu🙂 belum pernah nyoba pake bare copper (smartyhand jual bare copper, gugling aja kalau mau liat2). kawat enameled (yang lapis) relatif aman kok, ga bikin ijo atau karatan. kecuali kalau lapisan enamel nya dibuka ya.. kadang aku juga buka itu lapisan, dengan cara dibakar diatas api, hasilnya mirip dengan warna bare copper… aduh maaf ya penjelasannya ngalor ngidul ga jelas😦
      imho, tembaga merupakan pilihan yang paling pas, karena kalau mau silver (sterling silver atau fine silver) harganya lebih mahal lagi🙂

      • udah sering liat si mbak page FBnya…cuman untuk akses ke FB sedikit terbatas..karna dikantor diblokir…btw,mbak keren yak..baru setahun dah bisa bikin yang rumit-rumit….
        em..kalo boleh tau segmen pasar wire jewery ni ke mana yak?

      • ke mana aja🙂 ke orang2 yang tertarik, mbak. dalem negeri, luar negeri… bebas. Saya ndak terlalu gembar-gembor promosi, paling ya promosiin link page ajah. Biar klien yang lihat2 sendiri, kalau ada yang suka dan mau beli ya alhamdulillah, kalau mau temenan aja juga alhamdulillah🙂

      • sebenarnya wj itu gampang kok mbak.. saya ini belajar sendiri lho, nggak pake ikut workshop/kursus, nggak pake tutorial, nggak pake guru (yang ngajarin langsung) gitu… nggak ada waktu, tenaga, dan uang. Saya masih ngurus new born baby waktu itu, lokasi jauh dr peradaban, dan uang juga masih perlu diposkan untuk hal lain yang lebih penting. Kalau saya aja bisa, pasti yang lain (termasuk mbak) juga bisa🙂

  3. thanks mbak ilmunya….saya malah beli beberapa tutorial dan buku tapi malah kebanyakan blum kepake…lebih menantang kalo eksplor sendiri ya mbak…sambil cari-cari ilmu dari temen-temen yang mau share…beli tutorial kalo emang bener2 dah buntu gak nemu jalan lain..:hihi,

    • menurut saya juga gitu mbak.. bukannya kenapa2 tapi saya memang yang termasuk modalnya mepet juga.. jadi sebisa mungkin belajar sendiri. hehehe..selain faktor adanya bayi yang setiap saat bisa ngegerecokin mamanya pas baca buku/buka laptop..hihihihi… eh mbak Choirun Nisa kah yang add diriku di FB? sapa tahu beda orang..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s