Accidentally in L.O.V.E


Ini judul film ya? Iya deh kayaknya… siapa sih bintangnya? Kayaknya udah pernah nonton tapi lupa… Hugh Grant bukan? *totally forget*

 

Hehhehe, enggak mau membahas tentang film kok… tapi mau cerita tentang “kecelakaan” kemaren… huft..huft…

 

FYI, it’s not working with beads and 8mo baby in the same time. Alhasil, jadilah satu spoll kawat monel (stainless steel) saya ruwet dipake mainan sama Kiddo boy…

Curhat ya, buibu… bayi saya ini ogah main mainan bayi😦

Dia maunya pegang barang yang sama seperti yang saya pegang. Saya pegang beads, maunya juga mainin itu. Saya pegang hp, dia ribut minta itu juga. Saya lagi ngetik ini nih… dia juga ribut manjat-manjat pundak saya mau ikutan ketak-ketik di keyboard.

 

Melelahkan? Pasti lah… apa lagi kalau saya pas lagi mikir ngerjain proyek wire work gitu… belum lagi kalau dia sambil merengek-rengek (seperti sekarang nih), atau pas pipis ( saya nggak pakein dia disposable diapers ataupun cloth diapers, cukup pake celana kolor doang), atau pas minta nenen (ASI jalan terus…).

Tapi seneng juga lho berdua aja sama si bayi ini… saya bisa mengamati perkembangannya secara penuh 24hours-7days nonstop. Walaupun konsekuensinya ritme bekerja saya jadi lambat dan jarang bisa menulis SESUATU (terutama terkait dengan latar belakang profesi psikolog saya). Kalau nulis yang menye-menye seperti ini sih bisa disambi…nggak terlalu banyak mikir kan? Sekarang aja si bayi sambil nenen nih *ups, nggak papa ya nggak disensor?*

Kembali pada si bros unik berbentuk hati ini:

Sebenarnya ada filosofi yang ingin saya sampaikan melalui ide pembuatan bross ini. Bahannya kawat ruwet kan ya? Seperti jalan hidup kita yang ruwet juga hihihihi…mau mengakui atau tidak, kita semua pasti pernah mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan atau menemui jalan buntu…dan plan A – Z  somehow nggak ada yang berhasil… that’s life.

In our life, we found love. Dari siapa aja, bisa dari orang tua, sahabat, pasangan, partner kerja, atau anak atau murid… cinta itu universal. Tapi yang mau saya bahas ini tentang cinta dengan pasangan hidup.

 

Pacar saya ini nggak ganti-ganti selama hampir 12 tahun…yang namanya “ruwet-ruwet” dalam percintaan dan kehidupan sudah banyak kami lalui bersama… but in fact, it helps us grow…tumbuh dan berkembang seperti dua bunga clay yang ada di bros itu. Sengaja saya pilih warna kuning karena konon kuning adalah warna persahabatan ya? I consider him as my BFF –best friend forever🙂 *jadi ingat teori Triangle of Love dari Sternberg, hihihihihi…

 

Bling-bling kristal di sekeliling bunga? Hhmmm… boleh saya katakan itu adalah harapan dan impian.  SESUATU yang akan membantu hati kami untuk terus bersinar, tak peduli seperapa kuat atau lemahnya pendar sinar itu🙂 Dan kebetulan ini dari kawat baja… I hope our love lasts forever🙂

 

Jadi…begitu lah saudara-saudara…

*****************************************************************

Materials: flower clay, crystals, synthetic pearls, freshwater pearls, rose gold copper wire 1mm, stainless steel wire 0.4mm

 

One thought on “Accidentally in L.O.V.E

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s