Living Life to The FULLEST


Kata-kata itu adalah status saya di Facebook kemarin sore…

Ya… itulah yang ingin saya lakukan, setelah beberapa waktu terakhir merasakan kepenatan yang teramat sangat karena suatu masalah yang tak kunjung terselesaikan (according to my standard).

Saya membuka kembali buku The Art of Happiness dari Dalai Lama, menemukan dan membaca kembali bagian-bagian yang saya tandai 2 tahun yang lalu ketika saya mengalami depresi (still moderate level of depression🙂 ). Kata-kata itu yang membantu saya untuk lebih kuat dan melangkahkan kaki melanjutkan hidup.

==Sebelum lanjut baca artikel ini, ada baiknya anda ingat-ingat lagi.. Apakah anda tahu siapa Dalai Lama? Apakah anda tertarik dg petuahnya ttg hidup? Apakah anda adlh ORANG YG GEMAR MENDISKREDITKAN ORANG LAIN?
Jika jwbn 2 ptnyaan pertama adalah TIDAK, dan jwbn pertanyaan terakhir adalah IYA, maka anda tidak perlu buang waktu membaca note ini sampai selesai==

Dalai Lama membahas tentang musuh. Musuh adalah pihak yg bersengaja menyakiti kita. Musuh menginginkan kita menangis dan terpuruk. Musuh tertawa saat kita terluka. Musuh tak henti mencari celah utk menghancurkan kita.

Sebagian besar dr kita cenderung akan bereaksi negatif pd si Musuh. Kita membencinya. Kita mencoba membalas perlakuannya. Kita berusaha menyingkirkannya dr hidup kita. Semua cara itu, menurut Dalai Lama, hanyalah bentuk lain dr penghancuran diri. Artinya, memusuhi Musuh adalah sia-sia.

Dalai Lama berpesan, “Berwelas asihlah pada Musuhmu, krn sesungguhnya dia adalah guru yg sgt berharga.”

Saya bertanya-tanya, bagaimana bisa? Memaafkan saja sulit, lalu bagaimana mungkin membalas tuba itu dg susu? Mustahil.

Tapi skrg saya menemukan kuncinya. Saya tidak bertanggung jawab utk menyenangkan SEMUA orang. Termasuk orang2 yg meMUSUHi saya. Menyenangkan mereka (dg balas memusuhi atau memenuhi keinginannya) bukan jaminan bhw mereka akan berhenti memusuhi saya. Saya tidak berperan apapun dlm hidup mereka, tp saya akui mereka justru berjasa.

Musuh mengajarkan kesabaran. Musuh melatihkan keikhlasan utk memaafkan. Musuh memberikan rasa sakit utk bangkit (walaupun harus jatuh-bangun terlebih dahulu). Musuh memberikan apa yg tidak kita terima dari keluarga dan sahabat yg mencintai kita. Dan Musuh sangat berharga karena ia sangat langka. Begitu lah petuah Dalai Lama.. *jika ingin baca tulisan asli beliau, beli/pinjam aja bukunya😀

Ada beberapa kesempatan dlm kurun waktu satu semester terakhir, di mana Kehidupan menghadirkan tokoh antagonis ini dlm hidup saya. Saya paham bhw ini bermaksud utk membuka mata saya lebar-lebar..beginilah hidup, beginilah dunia.
Pesan dari supervisor saya, Mbak Thia (seorang psikolog klinis) di penghujung 2009 lalu, “Kita tidak perlu repot membela diri di hadapan orang lain, karena itu bukan wewenang kita, bukan bagian kita lagi..kita hanya perlu berjalan di jalur kita dan lakukan yg terbaik.”

Musuh akan selalu mencari 1-2 bata rusak dan jelek utk membuat kita merasa SELURUH bata indah yg telah susah payah kita susun itu tidak berharga.
Jika itu yg anda rasakan (merasa tidak berharga), maka anda harus melalui banyak kesempatan berguru pada si Musuh…seperti yg saya alami sekarang..

namun yg ingin saya tekankan di sini.. Bahagia itu tdk tergantung pada dg siapa anda menikah, dimana anda bekerja, siapa sahabat dan keluarga anda, seberapa besar kekayaan yg anda miliki, pencapaian apa yg telah anda raih, dst..namun bergantung pada BAGAIMANA ANDA BERDAMAI & BERSAHABAT DENGAN DIRI ANDA SENDIRI.

We are alone, actually..all we have is ourself.
Tidak perlu melihat keluar, lihatlah ke dalam. LIHATLAH KE DALAM.

 

 

For further information about this book, please click http://en.wikipedia.org/wiki/The_Art_of_Happiness

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s