Menjalin komunikasi efektif dengan anak


Anak-anak tidak akan pernah belajar bagaimana menggunakan kata-kata kecuali mereka mendengar dari orang tuanya…

Ingat, anak-anak adalah spons. Mereka belajar dari kehidupan mereka. Anda mengajari anak-anak, baik anda sadar atau tidak, dan apakah anda yakin mereka mendengar atau tidak. Mereka menyerap setiap kata yang keluar dari mulut anda, meniru bahasa tubuh anda, dan merangkumnya.

BAGAIMANA BERBICARA PADA ANAK ANDA…

Komunikasi efektif langsung dimulai ketika bayi lahir, ketika anda menatap matanya dengan cinta dan kebahagiaan, dan dari mulut anda keluar kalimat penuh puja. Mata bayi belum mampu melihat secara terfokus, tetapi dari suara dan sentuhan lembut tangan anda, mereka tahu anda jatuh bangun mencintainya…

BICARA PADA BAYI — bayi sudah memiliki kecerdasan meski belum bisa berkata-kata. Mulailah bicara dengan kalimat lengkap kepada bayi anda seakan-akan mereka sudah besar. Semakin awal anda bicara dengan jelas kepada anak anda, semakin cepat anak anda memahami kata-kata dan memulai proses bahasa.

BAGAIMANA MENDISPLINKAN BAYI TANPA HARUS PANIK…

Ketika bayi anda yang berusia 7 bulan mulai senang memukul, itu normal. Bayi bukan memukul karena marah tetapi dia hanya berusaha mencari tahu ruang yang ia miliki dan belajar bagaimana dunia bekerja.

Bila dia memukul wajah anda, apa yang anda lakukan? Anda dapat memegang tangannya yang baru saja memukul anda dengan lembut dan berkata, “Tidak boleh begitu, nak.” kemudian taruhlah tangannya tadi ke wajah anda, belaikan secara perlahan dan katakan, “yang lembut, yang lembut, anak pintar.” Inilah komunikasi. Lakukan berulang-ulang kali.

Jangan menganggap perbuatan anak yang membuat kekacauan sebagai suatu hal yang lucu hanya karena anak anda masih kecil dan menggemaskan.

Latihkan kedisplinan sejak awal dan bersikaplah konsisten pada anak.

TEKNIK DASAR UNTUK BERBICARA PADA ANAK…

© Turunkan tubuh anda setinggi anak. Duduk atau berlutut, pilih mana yang nyaman buat anda.

© Tatap matanya. Ini penting sekali. Jika perlu palingkan kepala anak dengan tangan anda—dengan lembut, supaya dia menatap langsung kepada anda.

© Jika anak sangat marah, usap punggung atau perutnya dengan usapan pengakuan. Anda tidak perlu memeluk atau menarik anak anda ke dekat anda ketika anda sedang berbicara, kecuali anak benar-benar histeris dan perlu ditenangkan. (Kalau itu yang terjadi, biarkan si anak tenang sebelum memulai percakapan apapun. Minta anak menarik nafas dan bantu dia melakukannya — ini biasanya sangat membantu)

© Ubah nada suara anda. Berkatalah dengan suara yang tegas tapi lembut. Suara serius adalah suara yang tidak pada nada tinggi atau berteriak.

© Berikan kata-kata kepada anak untuk membatunya dalam percakapan. Anda bisa memulai percakapan dengan mengatakan sesuatu yang jelas tampak.

Contoh:

“Kamu keliahatan kesal”

“Coba kasih tahu ibu/ayah apa yang membuat kamu kesal”

“Kamu marah karena apa?”

© Ulangi apa yang dikatakan oleh anak. Ini menunjukkan pada mereka bahwa anda benar-benar mendengarkan.

 

© Jangan menyela. Biarkan anak menyampaikan apa yang ada di benaknya. Katakan kalau anda mengerti. Kalau mereka menyela ketika anda berbicara, katakana “Ayah/ibu mengerti, tapi biarkan ayah/ibu selesai bicara dulu, kemudian giliranmu bicara.”

© Tetaplah tenang, betapapun bergejolaknya hati anda!

AJARI ANAK UNTUK BERNAPAS

Ketika anak kecil sedang kesal atau sedih, katakan padanya untuk bernapas, dia akan melakukan itu.

Menarik napas akan mengalihkan perhatian mereka dengan cepat. Hal itu membantu meredakan tangis mereka karena sangat sulit untuk menangis dan bernapas secara sadar pada saat yang bersamaan. Mengatur pernapasan secara sadar juga sangat bagus bagi orang tua. Orang tua juga tidak bisa berteriak dan bernapas teratur secara bersamaan.

Berikut ini cara melakukannya:

  1. Katakan, “Tarik napas, tarik napas, rileks, pelan..”
  2. Tarik napas panjang dan peragakan anda melakukan itu. Ajak anak melakukan hal yang sama.
  3. katakan, “Buang napas.”
  4. Kunci bibir anda, tarik napas panjang, dan pastikan anak melihat anda melakukan hal itu.
  5. Terus bernapas perlahan dan teratur hingga anak tenang kembali.
  6. Mengatakan “rileks” atau “tenang” berulang kali akan sangat membantu.

Sumber:

Carol, D. & Reid, S. Nanny 911. Jakarta: Mizan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s