dengarkandetakku


KIAT MENDENGARKAN

Kemampuan “mendengarkan” adalah kunci keberhasilan komunikasi. Dalam relasi suami—istri, mendengarkan pasangan berarti menyatakan: “Aku ingin mengenalmu sedalam-dalamnya.”

“Mendengarkan” juga berarti menerima pasangan apa adanya melalui pikiran dan perasaan yang diungkapkannya. Dengan demikian, mende-ngarkan adalah tindakan aktif yang perlu dilatih.

Ada 10 tips untuk menjadi pendengar yang baik, sehingga pasangan dapat merasa dihargai saat membicarakan atau mengeluhkan sesuatu. Ke-10 tips tersebut dapat anda simak berikut ini:

1. DENGARKAN DENGAN MATA DAN TELINGA

Tidak semua pesan terungkap melalui kata-kata. Pesan bahkan lebih banyak disampaikan secara nonverbal melalui ekspresi wajah, pandangan mata, dan gerak-gerik anggota badan yang lain.

  • Bantulah pasangan agar bisa mengungkapkan perasaan dan pikirannya secara lebih terbuka.
  • Yakinkan dia dengan anggukan, tatapan, atau senyuman, bahwa anda siap mendengarkannya.

Bahkan ketika pasangan berkata, “Aku tidak apa-apa!”, belum tentu sungguh-sungguh “Tidak apa-apa”.

2. DENGARKAN DENGAN TANGAN

Pasangan kadang ragu-ragu untuk membuka diri karena IA TAKUT ditolak, disalahkan, atau dinilai. Maka yakinkanlah anda siap menerima apa saja yang diungkapkannya.

  •  Dengan menggenggam tangannya berarti anda ikut merasakan apa yang dirasakannya
  •  Dengan memberikan peluk-an hangat, berarti anda telah memberikan perlindungan dan anda bisa diandalkan.

Sentuhan yang tulus akan melembutkan ekspresi perasaan yang terkadang kasar dan merusak. Hal ini terjadi karena pasangan merasa dicintai dan diterima.

3. DENGARKAN DENGAN KEPALA

Kecenderungan kita saat pasangan berbicara adalah memberikan jawaban, nasehat, atau solusi. Bahkan ketika pembicaraan itu menyangkut kita, kita justru sibuk mencari cara untuk membela diri dengan mencari alasan-alasan pembenaran.

Lebih baik, gunakan daya konsentrasi kita untuk memahami pesan yang disampaikan pasangan. Tunjukkan anda benar-benar menangkap pembicaraannya.

4. DENGARKAN DENGAN HATI

Empati adalah ikut merasakan apa yang sedang dirasakan pasangan. Kurangnya empati berakibat penolakan yang menyakitkan pada diri pasangan. Selanjutnya, pasangan akan takut bersikap terbuka pada anda.

Contoh pernyataan yang menyakitkan dan tidak menunjukkan empati:

“Masak seperti itu aja marah!”,

“Aku tak habis pikir kau bisa sesedih itu.”

“Itu kan perkara sepele, untuk apa dipikirkan serius.”

5. FOKUS PADA PERASAAN

Ketika pasangan berbicara, langkah pertama adalah dengarkan perasaannya saja, karena melibatkan “pikiran” dapat menimbulkan salah paham.

6. JIKA ANDA TIDAK SIAP MENDENGARKANKatakan terus terang bila anda belum siap untuk mendengarkan keluh kesah pasangan tanpa memberi kesan menolak dan tetap menunjukkan perhatian.

Mendengarkan dengan setengah hati justru dapat merusak komunikasi dan hubungan. Tawarkan alternatif waktu kapan kira-kira anda siap.

Ketika kondisi fisik dan psikis anda sedang tertekan, lebih baik anda menunda untuk mendengarkan hal-hal yang sensitif.

7. KETIKA PASANGAN SEDANG MARAH

Mendengarkan orang yang sedang marah memang tidak menyenangkan. Hal ini terjadi karena kita cenderung mudah terpancing dan bereaksi.

Biasanya orang menjadi marah karena ada kebutuhan, harapan, atau keinginan yang tidak terpenuhi.

Pahami apa itu dan katakan anda mau membantu memenuhinya. Carilah apa sebenarnya yang membuatnya marah.

8. KETIKA PASANGAN SEDANG BUNGKAM

Pasangan yang dengan sengaja tidak mau bicara berarti ia sedang memiliki perasaan negatif pada anda (misal: marah, kecewa, jengkel, sedih, sakit hati, dll). Jika anda bertanya padanya “Mengapa” maka itu akan menambah kuat perasaan negatifnya.

Kebisuan ingin menyatakan, “Biar kau tahu perasaanku.”.

Pertanyaan yang tepat adalah konfirmasi atas apa yang ia rasakan, karena itu berarti anda mengakui perasaannya.

9. HENTIKAN SEMUA,DENGARKAN SEPENUHNYA

Mendengarkan (apalagi hal-hal yang penting) sambil melakukan sesuatu, misalnya: menonton tv, membaca koran, membersihkan tanaman, dll., dapat membuat pasangan merasa diabaikan bahkan dinomorduakan.

Ingatlah bahwa pasang-an anda lebih penting daripada apapun.

Bersedia mendengarkan berarti memberikan diri pada pasangan

10.KETIKA PASANGAN BERGEMBIRA

Perasaan positif biasanya “menjalar”. Tanggapi kegembiraan pasangan dengan antusias dan spontan, sehingga anda tetap menjadi bagian dari pasangan anda.

Tunjukkan bahwa anda bahagia kalau menyaksikan pasangan merasa bahagia. Antusiasme sama halnya dengan memberi penghargaan dan pengakuan pada pasangan.

Sumber:

Subianto, P. 2003. Panduan Praktis Komunikasi Suami-Istri. Jakarta: Gramedia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s