When the Grass is No More Greener on the Other Side


Ada sebuah cerita tentang pengalaman pribadi yang ingin saya bagikan di sini, terjadi lebih kurang 2 tahun yang lalu, saat saya sedang sibuk mengerjakan master tesis. Begini ceritanya….

***

I believe in Karma what you give is what you get returned
I believe you can’t appreciate real love until you’ve been burned
I believe the grass is no more greener on the other side
I believe you don’t know what you’ve got until you say goodbye

Sebenarnya lirik lagu ini bagus banget lho artinya… Thx for Daniel Jones & Darren Hayes, personel duo Savage Garden di akhir era 90-an (hayo.. sapa ya yang anak gaul 90-an?) yang telah mempopulerkan lagu berjudul Affirmation ini. Intinya adalah tentang apa yang kita yakini dalam hidup dan bahwa akan selalu ada hukum alam yang menyertai setiap perilaku yang kita munculkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kapasitas berpikir manusia mungkin belum dapat menangkap bahwa sebenarnya manusia adalah makhluk kosmik yang hanya merupakan bagian kecil dari jagad semesta raya ini… atau mungkin manusia terkadang lupa yaaa… Why we call it mother nature? karena kita hidup dalam rengkuhannya, kita diberi makan, diberi udara untuk bernafas, air jernih untuk mandi, minum, dan sebagainya… kita kurang berterima kasih, tampaknya… kita selalu merasa kurang… Alam telah menyediakan segala yang kita butuhkan tapi perlahan tapi pasti kita menghancurkannya. Note ini bukan kampanye go green, dan saya juga bukan duta green peace sebagaimana sering anda temui di mall, toko buku, atau pusat perbelanjaan di Jogja tercinta ini. Saya hanya salah satu dari makhluk yang bernama manusia.

Saya bangga menjadi manusia dengan seluruh kemanusiaan saya. Saya tidak berusaha menjadi malaikat dan juga enggan beralih profesi menjadi ilblis. Ehmmm.. play save aja ah, tetap jadi manusia. Sangat manusiawi ya kalo saya merasakan yang namanya IRI. Ada yang belum pernah merasa IRI? Bedakan iri dengan cemburu… Iri itu suatu perasaan yang menginginkan apa yang dimiliki oleh orang lain. Gawat sekali kalau iri telah disertai dengan DENGKI.. karena kedengkian akan mengarahkan perilaku kita untuk menghancurkan kebahagiaan orang lain. Dan itu.. sudah sangat tidak manusiawi (you’re even closer to the devil.. hiiiiiiiiiiiiiiiii…….syereeeemmmmmmm).

Rasa iri saya itu kok lucu yaaaa……… saya iri kalo orang lain mendapatkan kemudahan dengan tanpa perlu berusaha. Misalnya: ada tuh yang tidak perlu repot2 membuat proposal tesis dengan bagus tapi jalannya tetap mulus, sementara saya melalui tahap yang berat.. atau saat saya berusaha sangat keras, namun yang mendapatkan pujian adalah orang lain yang tidak terlalu terlibat, atau hal-hal lain dalam keseharian yang membuat saya berpikir.. “lho kok aku ga dihargai ya?”

Saya pernah bercerita pada seorang sahabat tentang ke-tidak-terima-an saya, dia menghibur saya dengan mengatakan bahwa proses yang saya lalui lebih indah… OK, saya bisa terima itu, tapi kapan saya dapatkan hasilnya? Hohohohohohooo… betapa manusiawi-nya saya, saya sangat tidak sabar. I believe in karma, tapi waktunya sampai kapan?

Ingatkah komik Donal Bebek? Ingat tokoh Untung Angsa? Iya.. dia tuh yang merem aja udah bisa dapet duit, yang tinggal kedip aja keberuntungan selalu mengikuti.. Huh!! saya merasa… seringnya, saya kok jadi Donal ya… yang iri pada keberuntungan Untung karena seberapa keras ia berusaha dengan sungguh2, ia tetap tidak dapat menyamai keberuntungan Untung..
TAPI…. lihatlah.. siapa yang lebih populer?? tentunya Donal! kan yang jadi judul besar komik itu adalah DONAL BEBEK.

Yup, ditengah ketidakberungtungannya “melawan” Untung Angsa, dialah yang menjadi bintangnya. World wide lagiiii………………………!!

Kesusahan dan kesenangan pasti datang silih berganti.. ups & downs itu sudah sangat lumrah terjadi, dan memang hukumnya begitu, seperti ada siang ada malam, ada gelap ada terang, ada atas ada bawah, ada aku ada kamu (whaaaatt? yang terakhir iniudah ngaco! hehehehee). Ya begitulah..
sangat manusiawi, kita merasakan iri. Sangat wajar kalau kita melihat rumput tetangga lebih hijau..tapi perlu dicek juga itu, jangan-jangan hijaunya itu karena dicat? atau itu bukan rumput asli tapi rumput plastik? hohohoho.. ada banyak kemungkinan kan? So, saya sarankan pada diri saya sendiri kalau sedang iri..

saya (WISE SIDE): “Hai girl.. liatlah, kamu punya tetangga yang lain kan? ketika kamu melihat ke tetangga sebelah kanan rumahmu dan kamu melihat rumput di tamannya begitu segar, maka itu lah yang dilakukan oleh tetangga sebelah kirimu saat mengintip ke taman indahmu.”

saya (COWARD SIDE): ” Tapi… tapi……. lihatlah punyanya begitu sempurna. Dia berhasil, dia hebat, dia sempurna. tidak sepertiku..”

saya (WS): “akan selalu seperti itu, girl… akan selalu seperti itu. perasaan itu akan selalu mengejarmu, pikiran itu akan selalu membayangimu. It’s up to you girl… which way you chose is a representation of your most inner power.. I know you can do better than that..”

saya (CS): “apakah boleh kalau saya merasa iri?”

saya (WS): “boleh, girl.. itu akan melecut semangat kompetisimu. Do your best. sisanya.. leave it to the power beyond.. you’re great, girl.. the perfect life is in your heart, dear. you cannot compare it with others, kriterianya beda, jalannya beda, nasibnya beda, takdirnya beda, mungkin Tuhannya juga beda… hahahhahahahhahahahaaa”

Saat rumput tetangga tak (nampak) lagi lebih hijau itulah, saya dapat menghargai diri saya. Tidak terlalu penting lagi, apakah itu adil atau tidak, apakah ada orang lain yang curang, atau bermain “di belakang”… tak penting lagi…………… pasti akan ada waktunya…
yang terpenting adalah SAYA TAHU DAN SADAR BAHWA SAYA TELAH BERUSAHA.

***

Jadi, nilai moral apa yang dapat kamu ambil dari cerita di atas?

join us at http://edictionworld.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s