Knowing yourself: Self concept


Hmmm… kita masing-masing memiliki sesuatu yang dapat membedakan diri kita dengan orang-orang lainnya, sehingga kita memiliki identitas di lingkungan dimana kita berada. Identitas itu lah DIRI kita.

Dalam kajian psikologi, ada banyak cara untuk memahami diri, dua diantaranya yang paling populer adalah self concept (konsep diri) dan self esteem (keyakinan diri; uhmm…sebenarnya saya agak bingung juga dengan terjemahan bahasa Indonesianya yang paling pas apa😦 ).

Konsep diri merupakan gambaran kognitif tentang diri, terutama terkait dengan image, yang merujuk pada gambaran menyeluruh, kompleks, teroganisir, dan dinamis mengenai keyakinan yang dipelajari individu sepanjang hidupnya, sikap, dan pendapat pribadi yang dipegang oleh individu yang bersangkutan mengenai eksistensi dirinya.

Haduh..berbelit-belit ya saya? Intinya, konsep diri adalah bagaimana kita melihat ke dalam diri kita, melalui pikiran kita. Atau bisa juga diartikan begini, self concept is the way we THINK about ourself.

Konsep diri merupakan landasan bagi kita untuk menghadapi dunia.

Kenapa bisa begitu?

Konsep diri merupakan dasar dari tumbuhnya motivasi bagi individu untuk melakukan segala suatu. Konsep diri positif dapat menghadirkan banyak kemungkinan bagi individu untuk semakin berkembang, membuatnya berani mengambil langkah untuk hidupnya.

Jadi, kalau konsep diri kita terbentuk secara kokoh, positif, dan memberdayakan, maka pribadi kita juga akan menjadi tangguh. Percaya nggak? Hhehehhe…mari silakan dicoba😀

Nah, bagaimana caranya bisa melihat atau mengetahui konsep diri kita seperti apa?

  1. Luangkan waktu untuk “berdua” dengan dirimu. Kalau kamu mau mulai berdialog dengan dirimu sendiri, maka kau akan semakin mengenal siapa dirimu. Kalau saya sih, bisa kapan saja, sambil nyuci, sambil masak, sambil setrika *hahahha, seperti inem saja ya…* Jadi bisa kapan pun, coba dengarkan kata hati…dia tidak pernah bohong.
  2. Manfaatkan saat beribadah untuk berbicara dengan Tuhanmu.
  3. Minta feedback dari orang lain yang kau percaya dapat memberikan masukan yang objektif buatmu. Memang rasanya memalukan, kadang juga membuat kita merasa enggan karena tidak nyaman, tapi terkadang kita memerlukan itu sebagai second opinion untuk membenahi diri. Terkadang tanpa kita sadari, kita cenderung keras kepala dan pasang kaca mata kuda😀
  4. Buatlah refleksi. Kalau saya cenderung lebih nyaman dengan menulis. Yaa..nulis apa saja. Sebagai media katarsis, sekaligus bahan untuk melakukan refleksi, kegiatan menulis sudah banyak dilakukan oleh orang di seluruh dunia, sejak jaman nenek moyang hingga saat ini –silakan googling, berapa banyak jumlah blog yang bisa kau temui di dunia maya. Atau kau bisa melakukan kegiatan lainnya yang mendukung kegiatan refleksimu.

Saya berharap, tulisan saya dapat menjadi semacam trigger bagi kamu, agar kamu penasaran mengenal dirimu dengan lebih baik lagi😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s