Integritas Personal Pribadi Masa Kini


Orang jaman sekarang banyak yang mengeluh merasa kesepian di tengah keramaian, merasa sendiri padahal sedang berada di tengah teman-teman, merasa tidak memiliki pegangan hidup, dan seringkali juga merasa perlu untuk berpura-pura di depan orang lain.

Nah! Kepura-puraan ini lah yang membahayakan kesehatan mental, kawan!

Mengapa harus berpura-pura? Orang berpura-pura untuk menyelamatkan muka. Mengapa muka harus diselamatkan? Karena kehilangan muka sama dengan kehilangan harga diri. Nah pertanyaannya adalah, seberapa tinggi harga diri itu?

Pribadi disebut telah terintegrasi apabila seluruh “komponen” dalam dirinya telah menyatu menjadi suatu kesatuan yang utuh. Yang dimaksud “komponen” di sini adalah pikiran, perasaan, perilaku yang ada pada diri individu tersebut kongruen atau selaras. Contohnya begini, bila pikirannya berkata tidak suka maka mulutnya akan berkata tidak suka, bukan sebaliknya.

Lantas, mengapa orang-orang jaman sekarang banyak yang bersikap munafik? Lain di bibir, lain di hati, begitu? Mungkinkah tuntutan kehidupan jaman sekarang membuat banyak orang terpaksa menggadaikan hati nurani untuk menyelamatkan mukanya?

Saya tidak tahu jawabannya, tapi yang saya amati dan saya rasakan sendiri (sebagai anggota masyarakat), banyak nilai dan norma yang telah bergeser. Entah bergesernya ini kearah yang lebih bagus atau tidak, saya tidak berhak menilai ya. Yang jelas, kebanyakan dari kita cenderung menjadi pribadi yang tidak nyaman dengan diri kita sendiri. Seringkali –baik diakui maupun tidak– kita merasa begitu takut mendapatkan penilaian negatif dari orang lain atau dari lingkungan. Penilaian negatif ini, apabila kita mendapatkannya, membuat kita merasa terpuruk. Padahal, penilaian semacam ini belum tentu objektif  juga lho, apalagi bila itu terlahir dari masyarakat yang penuh bias sosial dan prasangka.

Lantas, bagaimana agar pribadi kita menjadi tangguh dan terintegrasi?

Hmmm…pertanyaan yang suliiiiiiiiiiiiiiiiiit sekali untuk dijawab. Kita sudah terbiasa mengabaikan hati nurani sih… kalau anak SD saja sudah dibiasakan melihat fakta bahwa nyontek saat ujian itu sah dan menjadi bangga atas hasil ujian berdasarkan contekan itu, bagaimana ia nanti ketika sudah besar?

Integritas pribadi dapat juga kita artikan sebagai kejujuran pada diri sendiri. Arti jujur adalah sesuai, cocok, tidak dibuat-buat, tidak direkayasa, aseli. Kalau kita sudah berbohong pada diri sendiri, bagaimana jadinya?

Sebuah pertanyaan retoris buat kita semua, BUAT APA BERBOHONG PADA DIRI SENDIRI? Toh, kita juga sebenarnya mengetahui kebenarannya seperti apa. Orang lain boleh saja mengenal topeng yang kita pasang di muka kita, tapi…bukankah saat kita bercermin kita tahu itu bukan muka kita yang sesungguhnya??

Saya banyak sekali melontarkan pertanyaan ya, kali ini? So many question-mark, LOL… tapi nggak papa, kita memang perlu untuk melontarkan pertanyaan pada diri sendiri, sebagai tonggak untuk mulai merefleksikan diri…bercermin untuk melihat seperti apa muka kita sesungguhnya.

join us on http://edictionworld.com

3 thoughts on “Integritas Personal Pribadi Masa Kini

  1. Pingback: Ramah-tamah VS Basa-basi « Ideiswasti's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s