Camera Face


Nampang di depan kamera? Sudah menjadi hobi ya? Hahahahaa… kemarin ada teman saya yang nanya, gimana tuh make up yang oke buat nampang di depan kamera, biar keliatan kalo lagi make up-an gitu…

Nah, sekarang kita coba belajar yuk, ngebedain make up biasa sama make up untuk nampang di depan kamera…

Kali ini modelnya saya aja yah…saya ambilkan dari foto-foto lama…

Nah, kalau dilihat sekilas, saya tampak tidak ber-make up ya? Saya pake make up lho ini hehehheee…

bandingkan dengan foto yang satu ini…

Kedua foto ini bedanya apa ya? hahahaha…agak nggak jelas juga, tapi mari kita bahas bersama… –eh, di foto kedua ini pipi saya chubby banget hiks..

Foto kedua ini saya lagi kondangan, jadi make-up lebih tebel buat jaga-jaga ntar foto sama si manten, biar nggak kebanting gitu sama mantennya yang so pasti dandan (abis-abisan, wkwkwkw). Perbedaannya terletak pada:

Foundation

Foundation untuk make sehari-hari, lebih natural kalau kita make foundation cair atau krim ringan (mousse), sedangkan untuk make-up yang lebih serius, kita bisa make foundation padat –semacam concealer– dulu lalu ditutup dengan foundation cair untuk menghaluskan tekstur kulit wajah. Kita juga bisa pake foundation krim.

Shading

Shading yaitu teknik untuk membentuk bayang-bayang di wajah untuk menutupi kekurangan di wajah kita, misalnya untuk “mancungin” hidung, “nonjolin” tulang pipi, atau bikin tirus pipi yang chubby. Shading bisa dibuat menggunakan concealer, alas bedak, atau bisa juga pake blush-on dan eye shadow tinggal pilih warna yang mendekati warna kulit, warna yang lebih gelap satu tingkat, dan warna yang lebih terang satu tingkat dari warna kulit. Bedak padat juga bisa dimanfaatin untuk sentuhan akhir shading, tapi tetep ya… pilih yang punya gradasi warna.

Lipstick

Lho kok lipstick bisa jadi pembeda? sebenarnya yang lebih pas adalah aplikasi lipsticknya. Kalau untuk rias harian satu kali pulasan saja sudah cukup, sedangkan untuk riasan yang lebih serius, rias bibir bisa ditambah menggunakan lipliner, lantas setelh lipstick dipoles lgi dengan lipgloss.

Alis

Untuk make up harian , anda mungkin cukup menyisir bulu alis saja. Tapi untuk riasan serius, gunakan pensil alis dan bisa juga ditambah dengan maskara bening untuk merapikan bulu alis secara tahan lama.

Bulu mata

Nah ini nih, yang paling mencolok. Untuk riasan serius, selalu gunakan bulu mata agar riasan secara keseluruhan dapat tampil natural, nggak kebanting karena bulu mata yang cekak.

Shimmering thing

Bisa pake shimmering powder atau foundation berglitter atau blush on yang shimmering juga bisa. Saya lebih pilih shimmer yang menyatu dengan foundation, lebih aman makenya. Soalnya kalau ga pinter make shimmer, ntar kena blitz kamera malah terkesan mengkilap tak merata. Shimmer kan memantulkan cahaya. Untuk anda yang ingin berdandan dengan kesan habis berjemur (apa ya istilahnya? saya lupa…) boleh tuh pake shimmer dan pilihlah nuansa warna bronze dan kecokelatan.

Intinya itu sih…

Lalu, anda perlu belajar untuk mengaplikasikan warna-warna dari tatarias anda dengan bauran yang halus agar tidak kentara seperti kue lapis🙂

Oya, satu trick lagi biar terlihat beda dan lebih fresh, cerahkan bagian bawah mata (itu lho tempatnya lingkaran hitam si panda) dengan concealer yang lebih cerah, ada lho concealer khusus mata. Lalu bisa ditutup dengan bedak padat yang lebih terang atau pake eye shadow matte yang terang –warna putih, krem, atau putih tulang sesuaikan dengan warna kulit aslimu😀

Ayo, ayo.. berlatih lagi…

Jangan capek untuk berlatih yaaaa…😀

No pain, no gain… practice makes perfect, gals😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s