Perempuan Kedua Itu…


Hmmm…saya baru dapat curhatan kelas berat tentang hal ini… “Perempuan Kedua”.

Yang curhat sudah pasti perempuan pertama.. kadang saya penasaran juga pengen dapat klien si perempuan kedua, yaa agar saya dapat sudut pandang yang lain tentang keberadaannya sebagai orang ketiga dalam hubungan orang lain.

Jadi, pertanyaan besarnya adalah “Bagaimana bisa perempuan itu merebut kekasih/suami saya?” yang kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan kedua, “Apakah dia tidak punya hati?”

Haaaiissh, manalah saya punya jawabannya😦

Yang pernah saya alami sih –beberapa hari yang lalu– saya diganggu seorang perempuan yang mengaku berhubungan dengan suami saya… hmmm, kalau saya amati, memang tatanan kehidupan jaman sekarang sudah banyak yang berubah. banyak nilai yang sudah bergeser. Yang dulunya orang tabu melakukan hal itu, sekarang sudah blak-blakan saja melakukannya. Dan juga banyak orang iseng yang melakukan perbuatan merugikan orang lain hanya untuk kesenangan yang nggak jelas alasannya apa (pengen aja gitu, katanya. kurang ajar banget kan??!)

Saya kadang juga masih terheran-heran –sama dengan pertanyaan klien saya tadi–, Lha kok bisa???? Teganya…teganya…teganya…

Premarital affair atau extramarital affair sudah hal yang biasa. Selingkuh –berbau seks– sudah sangat lazim rupanya😦 Sedih sekali melihat fakta itu. Saya nggak ngarang-ngarang lho, itu benar-benar terjadi. Terutama sih pelaku perselingkuhannya adalah laki-laki.

Saya juga melihat banyak perempuan lajang yang dengan mudahnya menjalin hubungan (lagi-lagi yang berbau esek-esek) dengan laki-laki yang sudah ia ketahui dengan pasti sudah berkeluarga, memiliki anak-isteri. Haddduuuh, prihatin saya!

Kembali ke kasus klien saya, ybs bercerita bahwa pacarnya berselingkuh dengan rekan kerjanya. Dan ketika dikonfrontir, alasan yang disampaikan adalah karena intensitas pertemuan yang lebih banyak antara si mas dengan mbak perempuan kedua itu daripada si mas dengan mbak klien saya.

Kalau menurut pendapat saya, kalau memang sudah berkomitmen untuk menjalin hubungan yang serius dengan seseorang, jadikanlah hubungan berkomitmen itu sebagai prioritas. Lakukan segala upaya untuk mempertahankannya. Yaa ibarat kata itulah koridor yang harus dipatuhi, apalagi kalau sudah menikah.

Kalau memang punya gratisan sms yang dipakelah buat nge-sms-in pacarnya atau istri/suaminya…jangan dipakai iseng-isengan nggak jelas yang berbuntut perbuatan yang nggak jelas juga…

LDR (long distance relationship) alias hubungan jarak jauh sering dijadikan kambing hitam ketika kasus perselingkuhan terjadi. Lhah!!! Bukankah masing-masing pasangan sudah tahu resiko yang mungkin terjadi ketika berjauhan? Harusnya itu sudah dijadikan bahan evaluasi…kalau nggak kuat menanggung resikonya ya jangan hidup berjauhan dengan pasangan. Ini cuma masalah pilihan kok, dan tentunya konsekuensi yang harus diterima atas pilihan yang diambil.

Saya terbawa aura negatif klien nih, ikutan sebel gitu..hehehheheee…

Yahh, kalau masing-masing sudah tahu diri dan tahu batasan-batasan yang ia punyai, tentunya ia bisa memutuskan perilaku yang tepat itu seperti apa agar tidak menyakiti orang lain, bukan?

Percaya saja deh, hukum sebab-akibat dan karma itu memang ada kok…

Kalau tidak ingin tersakiti nanti ya jangan menyakiti…

Jika sekarang sedang –merasa– tersakiti, mungkin anda juga perlu berkaca lagi ke belakang… bukan untuk mencari kesalahan yang sudah diperbuat tapi carilah hal baik apa yang dapat anda tingkatkan / kembangkan. Berkutat pada kesalahan masa lalu justru akan membuat anda terpuruk dalam jurang guilty feeling yang merusak diri sendiri.

Itu sih sedikit pesan yang saya sampaikan pada klien saya…

Don’t forget to empowering yourself.

Remember that you are precious…in any way.

Semoga kondisi emosi klien saya segera stabil yaaa… amiin…

Dan untuk semua perempuan di luar sana –termasuk saya sendiri, mengingatkan diri sendiri nih😀 …

Please, be happy of what you are. Be happy of who you are. Berbahagialah dengan diri anda sendiri, apakah itu berarti anda harus benar-benar sendiri atau saat anda bersama dengan orang lain.

😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s