Be assertive, please…


Nah… ceritanya sih saya mau menulis tentang asertivitas…😀

Gambar di atas adalah leaflet asertivitas yang saya buat sewaktu praktek di Puskesmas, 2 tahun yang lalu (2008). Dan di bawah ini adalah kutipan materi asertivitas yang saya buat untuk pelatihan Peer Counseling di sebuah SMK Negeri di Kab. Sleman, di tahun yang sama.

PERILAKU ASERTIF DAN KONSEP DIRI

PERBANDINGAN DARI ALTERNATIF GAYA BERPERILAKU

Karakteristik

Passive

Membiarkan orang lain memutuskan atau memilihkan untukmu. Secara emosional, tidak jujur dengan perasaan. Pura-pura, menyangkal, membatasi diri. Pada situasi menang/kalah, kamu kalah. Jika kamu memilih jalanmu sendiri, kamu merasa bersalah.

Assertive

Membuat pilihan untuk diri sendiri. Dapat berperilaku jujur secara tepat. Langsung, tegas, lugas, menghormati diri sendiri, mengekspresikan diri sendiri, mengubah posisi menang/kalah menjadi menang/menang.

Aggressive

Membuat pilihan untuk orang lain. Kejujuran yang tidak tepat. Langsung, menyanjung diri sendiri, terlalu ekspresif, menekan. Dalam situasi menang kalah, kamu memenangkan dirimu (orang lain yang kalah)

Perasaanmu ketika berperilaku seperti itu:

Passive

Cemas, merasa terabaikan, tidak berdaya, dimanipulasi (dikalahkan), marah pada diri sendiri atau pada orang lain.

Assertive

Percaya diri, bisa menghargai diri sendiri, berorientasi pada tujuan, berharga. Pada akhirnya: kamu merasa lega.

Aggressive

Merasa benar, sombong/superior, merendahkan orang lain, mengontrol orang lain. Pada akhirnya: bisa jadi merasa bersalah.

Perasaan orang lain ketika kamu berperilaku seperti itu:

Passive

Merasa bersalah atau malah merasa berkuasa atas diri kamu. Frustrasi menghadapi kamu.

Assertive

Merasa berharga, merasa dihormati.

Aggressive

Orang lain akan merasa dipermalukan, menjadi bersikap defensif dan menghindari kamu, sakit hati.

Pandangan orang lain terhadap dirimu jika kamu berperilaku seperti itu:

Passive

Kamu tidak akan dihargai. Orang tidak percaya pada kemampuanmu, bisa jadi kamu tersingkir. Orang lain tidak menyadari bahwa kamu ada.

Assertive

Kamu akan dihargai dan dipercayai. Orang lain akan membutuhkan kehadiranmu.

Aggressive

Orang lain membencimu, marah, sangat tidak percaya padamu, takut dekat dengan kamu.

Hasilnya:

Passive

Orang lain akan memanfaatkanmu untuk mencapai tujuan mereka. Hakmu terabaikan.

Assertive

Hasil yang akan diperoleh didasarkan pada pembicaraan / negosiasi. Hakmu dan hak orang lain sama-sama terpenuhi dan dihargai.

Aggressive

Kamu akan memanfaatkan orang lain demi mencapai tujuanmu. Hakmu terpenuhi tapi kamu menindas orang lain.

Sistem kepercayaan yang kamu bangun untuk dirimu:

Passive

Aku tidak boleh membuat orang lain merasa tidak nyaman atau tidak senang….. kecuali diriku sendiri.

Assertive

Aku mempunyai tanggung jawab untuk mempertahankan hakku, aku menghargai hak orang lain tapi tidak perlu sampai melayaninya.

Aggressive

Aku berhak untuk mengalahkan orang lain untuk melindungi diriku.

Sumber:

Steinmetz, Blankenship, Brown, Hall, & Miller, 1980. Managing Stress Before It Manages You (diakses melalui http://www.thecounselingteam.com)

Sebenarnya, apa sih sikap asertif itu?

Asertif adalah cara kita mengekspresikan pikiran atau perasaan kita kepada orang lain tanpa bermaksud melukainya. Jadi kita berani untuk secara jujur dan terbuka menyatakan apa yang kita butuhkan, rasakan dan pikirkan apa adanya.

Asertif juga dapat diartikan sebagai suatu cara untuk menyatakan sesuatu dengan sopan mengenai hal-hal yang menyenangkan atau hal-hal yang tidak menyenangkan.

Asertif bukan berarti agresif lho..

Pernahkah kamu merasa ragu menyampaikan sesuatu kepada orang lain karena takut melukai perasaan orang lain atau menurut kamu itu kasar?

Padahal ada cara lain dalam menyampaikan sesuatu tanpa melukai perasaan orang lain lho.. Itu dia yang namanya asertif. Mungkin selama ini kamu berpikir bahwa terus terang itu terkesan kasar dan menyakitkan, padahal terus terang dan kasar itu dua hal yang berbeda lho.. Terus terang itu asertif, sedangkan kasar dan melukai perasaan orang lain itu agresif. Dan berdiam diri padahal di dalam hati merasa dongkol itu namanya pasif…jika sikap pasif disertai dengan dendam maka jadinya pasif-agresif.

Asertif memungkinkan solusi yang memenangkan kedua belah pihak, jadi tidak akan ada yang merasa tersakiti.

Agaknya terlihat sulit yaa untuk menerapkan sikap asertif ini di budaya kita… sulit bukan berarti mustahil kan?

Setidaknya, awalilah bersikap asertif pada orang-orang terdekat kita. Orang tua, saudara (siblings), pasangan, anak, partner kerja… dimulai dari hal-hal kecil dalamkehidupan sehari-hari…biasakan berdiskusi secara terbuka, itu akan jauh lebih sehat daripada menyimpan perasaan/pikiran dalam hati atau mengungkapkannya bersamaan dengan emotional outburst yang meledak-ledak.

Berlatih adalah kata kunci…

dan mulailah dari diri…

WE can’t ask PEOPLE act as WE WANT THEM TO DO SO, but WE CAN ask OURSELF to behave as well as and as healthy as we want to.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s