Fingers vs Brushes


Here are the brushes…

Sejak awal belajar merias secara profesional, saya sudah mupeng banget pengen punya satu set perlengkapan rias yang namanya “kuas” ini (See, betapa miripnya kegiatan merias dan melukis –baca Basic Make-up) !! Untuk orang-orang dengan kecenderungan OCD seperti saya ini, pastilah sangat menyenangkan untuk mengkoleksi sesuatu selengkap-lengkapnya, apalagi kalau itu berkaitan dengan hobi yang sedang digandrungi😀

Saya aja punya satu set obeng lho…kikikikikkk… padahal saya nggak hobi otomotif sama sekali. Cuma dulu waktu awal-awal kuliah dan tinggal sendirian,  memang dibekali sekotak obeng plus palu dan tang, oleh bokap… kata beliau, sapa tahu saya membutuhkannya di perantauan. So000000000000 sweeeeeeeetttt…😛

Kembali ke brushes, saya memang sangat berniat untuk mengoleksinya, bermimpi malah…sampai sekarang… tapi, kok sampai sekarang koleksi kuas saya tidak bertambah yaaa… hahahhahahahhaaa… cuma punya yang standar aja gitu…

dari ki-ka: kuas eyeshadow, blush-on, bedak, alis, bibir

 

Tuh kan, saya cuma punya lima… itu aja yang satu (kuas alis) adalah kuas jadi-jadian…hahahhahahhaa…bawaan dari pensil alisnya! Pada prakteknya, lima kuas ini udah TOP BEGETE buat saya. Saya sekarang justru jarang menggunakan kuas eyeshadow… saya punya yang lebih mantab, hehehhee…

Ini dia… jari-jari tangan saya… Kyaaaa, kok jari saya jempol semua yaaaaa???? Tentu saja saya cuma pake tangan kanan saat merias. Selain demi alasan kesopanan –pasti nggak ada yang mau mukanya diubek-ubek pake tangan kiri kan?–, saya pake tangan kanan karena saya right-handed person. Nggak mau ah, ambil resiko merias pake tangan kiri!!

Berdasarkan pengalaman saya selama lebih kurang 2 tahun terakhir menggunakan jari untuk mengaplikasikan eyeshadow, ada beberapa kelebihan yang bisa ditawarkan oleh si kuas alami ini, yaitu:

  1. Nggak bakal kejadian yang namanya kasus kuas ketinggalan! Ya eyyaalah, kan jari jemari ini sudah pasti melekat dengan kita –Syeremnya ngebayangin kalo jari kita ketinggalan😦
  2. Nggak akan ada pemborosan eyeshadow. Kenapa bisa? Kita tentunya lebih familiar dengan eyeshadow serbuk daripada jenis yang lain, seperti krim atau padat. Tanpa kita sadari, aplikasi eyeshadow menggunakan kuas, jika kita tidak terampil, justru akan membuang eyeshadow percuma. Gerakan mengaplikasikan eyeshadow dengan kuas adalah dengan cara ditepukkan perlahan dengan sedikit tekanan pada kelopak mata. Gerakan menyapu –yang seringkali dilakukan– itulah yang merupakan pemborosan eyeshadow. Alih-alih mendapatkan rias mata yang diinginkan, tahu-tahu kita malah menghabiskan eyeshadow favorit kita sia-sia. Jari sangat membantu untuk menghemat eyeshadow!
  3. Hasil riasan mata yang intens. Karena serbuk eyeshadow teraplikasikan dengan efektif, hasil riasan mata juga lebih intens. Warna akan melekat dengan lebih sempurna tanpa perlu sering-sering mengulaskan eyeshadow.
  4. Warna eyeshadow lebih mudah dibaurkan –tidak terkesan seperti kue lapis. Kita tentu sudah mengenal trik pengaplikasian warna untuk rias mata, dimana harusnya meletakkan warna yang gelap, sedang, terang sehingga sesuai proporsinya di kelopak mata kita. Nah, jari sangat membantu kita untuk menghindari kesan “lapis-lapis” atau batasan warna yang ada di kelopak. Hasilnya? Rias mata yang alami, halus, dan rapi😀
  5. Efek pijatan yang menenangkan. Hehehehehe, kalau ini membutuhkan banyak latihan yaaa… seringkali ketika mengaplikasikan pelembab, foundation, dan juga eyeshadow –yang make jari– saya menyelipkan pijatan-pijatan ringan di titik-titik tertentu di wajah yang memberikan efek relaksasi. Titik-titik ini adalah titik-titik yang sama yang seringkali menjadi sasaran terapis saat kita pergi facial😀 Contohnya: saat mengaplikasikan highlight, sambil saya pijat juga bagian bawah alis.

Nah, itu tadi beberapa kelebihannya… sekarang, secara objektif saya coba untuk memaparkan kelemahan penggunaan jari untuk mengaplikasikan eyeshadow

  1. Cenderung sulit menggunakan jari untuk membuat sudut mata bagian luar. Perlu banyak latihan agar memperoleh hasil rias sudut mata yang rapi bila menggunakan jari sebagai aplikatornya. Kesulitannya karena: pakemnya adalah kita menggunakan warna yang cenderung lebih gelap untuk membentuk sudut mata, warna gelap sangat mudah terlihat jika kita melakukan kesalahan dalam proses pengaplikasiannya. Misalnya: mbleber atau meluas, tidak simetris antara mata kanan dan kiri, dll
  2. Cenderung sulit menggunakan jari untuk mengaplikasikan eyeshadow pada garis mata bagian bawah –untuk riasan tipe smokey eyes. Lagi-lagi, masalahnya adalah warna-warna yang dipilih untuk riasan ala asap ini adalah  warna tua seperti abu-abu tua, biru tua, ungu tua, ungu keabuan, atau malah hitam pekat (gothic).

Hmmm…kok cuma ketemu 2 kelemahan aja yaa…hehehehehe…

Untuk dua kasus ini (kelemahan 1 & 2), saya punya beberapa trik untuk mengatasinya, yaitu:

  1. Menggunakan ujung jari kelingking yang relatif lebih kecil daripada jari-jari yang lain untuk mengaplikasikan eyeshadow di bagian kelopak mata yang riskan mengalami “kegagalan riasan”. Ingat, bagian ujungnya saja!
  2. Mengambil sedikit eyeshadow dan mengaplikasikannya juga sedikit demi sedikit sampai pada tingkat intensitas warna yang diinginkan. Hal ini untuk menghindari warna yang terlalu medhok atau tebal.
  3. Untuk mengetes intensitas warna –kadang warna eyeshadow di tabung dan saat diaplikasikan di kulit itu berbeda, saya biasanya mengoleskan dulu di bagian punggung tangan, di bawah ibu jari, tangan kiri saya. Saya memfungsikannya sebagai palet warna (seperti palet yang dimiliki pelukis untuk mencampur warna).

Intinya sih, latihan yaaa…teuteup! Saya percaya 100%, practice makes perfect. Jadi, jangan bosan-bosan untuk mencoba dan terus mencoba…sampai menemukan trik yang benar-benar pas buat kamyu semyua… Hehehhee, saya sih cuma melemparkan wacana ajah…kayak para politisi di tipi itu loh, hahahahahhaa..😀

So, selamat mencoba yaaaaa…

Semangaaattt!!!!!

😀😀😀

 

 

Nb: jangan lupa, bersihkan jari sebelum mulai merias yah!!!! Penting ini!!! Jangan jorok ah, ntar nggak jadi cantik loh😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s