Jebakan Betmen itu Bernama Ekspekstasi


Boleh nggak sih, alasan kita belajar sesuatu itu karena “senang” saja? Tanpa ada jebakan betmen bernama “ekspektasi” yang menyertainya?

Kata-kata itulah yang terngiang-ngiang di kepala saya beberapa hari terakhir… Sebenarnya sejak saya merasa ada komentar tetangga saya yang sedikit menusuk hati.

Oke, oke…tentu ini ada kaitannya dengan latar belakang pendidikan akademis saya dan beberapa hobi yang kemudian beberapa tahun terakhir juga saya geluti dengan serius sebagai profesi (sampingan).

Saya itu senang belajar.

Saya senang mempelajari segala sesuatu yang saya senangi.

Saya belajar di psikologi juga karena saya senang dengan lika-liku manusia, begitupun ketika saya belajar tata rias, karena saya senang sekali dengan dinamika warna, pun ketika saya belajar merangkai manik-manik warna-warni yang menurut saya begitu menantang… SO what??!

Kenapa sih manusia tidak menikmati kehidupannya?

  1. Pertama, karena dia tidak menjalani apa yang ia senangi
  2. Kedua, karena dia terlalu banyak berpikir tentang apa yang orang pikirkan tentang apa yang ia senangi

Saya termasuk manusia tipe kedua😦

Saya seringkali merasa: “tidak cukup baik”

Yup! Tentu saja ini sangat berkaitan dengan ekspektasi alias harapan dari orang-orang di sekitar saya, yang kemudian berdasarkan kategorisasi yang tak jelas, saya masukkan dalam kelompok orang-orang signifikan (orang-orang yang pendapatnya seringkali saya dengarkan meskipun itu menjatuhkan mental saya).

Bukan hanya saya, sepertinya… Sebagian dari kita tentu juga pernah mengalami…

 

Diminta rajin belajar, agar pintar, supaya naik kelas, supaya masuk kelas unggulan, agar lolos tes ini-itu, supaya membanggakan orang tua…dst, bla…bla…bla…

 

Selalu saja ada tuntutan tersembunyi yang menyertai setiap proses pembelajaran yang kita jalani. Tak terpikirkan untuk mempelajari sesuatu yang benar-benar kita senangi, sesuatu yang di kelak kemudian hari ketika kita dewasa akan berkembang menjadi sebuah semangat hidup meluap-luap yang disebut PASSION

 

Kalau sudah seperti saya ini, sudah terlambatkah?

Ekspektasi apa yang diletakkan di pundak saya?

Jadi PNS? Ngantor?

 

Sudah beberapa kali saya dicibir orang, bahwa dengan titel S2 saya ini, saya HANYA tinggal di rumah mengerjakan pembuatan asesoris?????

Saya ingin ya berteriak ke mereka, bahwa seharusnya mereka mulai membuka mata dan menghargai sebuah kerja kreatif…bahwa memunculkan ide dan kreasi baru itu juga patut mendapatkan apresiasi seperti halnya kita bekerja peras keringat secara fisik atau bekerja menghasilkan suatu produk tertentu…

Apa nggak boleh ya, kalau saya menjawab saya kuliah S2 itu karena ingin belajar lebih, saja?

Menurut saya, kalau kita benar-benar belajar dengan hati, nggak akan ada yang namanya mubazir kok…

Justru belajar yang dipaksakan itulah yang akan mubazir, karena kita tidak akan mendapatkan hasil pembelajaran apapun selain sederet angka/nilai…

2 thoughts on “Jebakan Betmen itu Bernama Ekspekstasi

  1. Tenang saja, mbak. Gak ada ilmu yang mubadzir koq.

    Justru kreatifitas seperti ini yang seharusnya bisa membuat orang lain iri atau bisa juga terinspirasi. Karena nantinya kalo sudah berkembang dan menjadi besar, kan bisa membuka lap kerja baru. Atau bahkan bisa “diwariskan” kepada generasi penerus.

    [Saya juga dari dulu sudah punya angan2 pengen punya usaha di luar ilmu yg saya kuasai. Namun sampai sekarang belum dapat ide, so jauh dari realisasi.]

    Tetap smangat!

    • Adem hati saya, mas…baca komentar mas aji. Ga ada ilmu yang mubazir yaaa…😀
      btw, tahun baru-an saya malah sakit je, hehehehee… sepertinya dikasih jeda waktu untuk benar-benar merenung sama Gusti.

      Yup! Tetap semangat!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s