Gaya Pengasuhan Anak yang Tidak Efektif


Gaya Pengasuhan Anak yang Tidak Efektif

  1. Orangtua yang Marah/Frustrasi
  2. Orangtua yang sering menghindar
  3. Orangtua yang kehabisan akal
  4. Orangtua yang berantakan
  5. Orangtua yang mencari-cari alasan
  6. Orangtua yang suaranya keras
  7. Orangtua yang suka mendesak/terlalu kritis
  8. Orangtua yang meremehkan

 

Penjelasan:

1. Orangtua yang Marah/Frustrasi

  • Peristiwa:

Anda tidak bisa mengendalikan emosi, mudah marah (apapun bisa membuat Anda marah), Anda bisa menggunakan hukuman fisik.

 

  • Apa yang biasa Anda katakan:

–        “Lakukan apa yang Ayah/Ibu katakan sekarang!”

–        “Karena Ayah/Ibu menyuruh kamu, itu sebabnya!”

–        “Masuk kamar dan jangan keluar dari sana!”

 

  • Apa yang pasangan Anda lakukan:

–        Menutup telinga, marah dan frustrasi pada Anda karena Anda marah

–        Meremehkan tingkah laku Anda di belakang Anda

 

  • Apa yang anak Anda lakukan:

–        Menutup telinga, takut pada orang tuanya

–        Merasa tidak dihargai

–        Mengira amarah adalah solusi bagi berbagai masalah

 

2. Orangtua yang sering menghindar

  • Peristiwa:

Orangtua menghindari anak-anak mereka

 

  • Apa yang biasanya Anda katakan:

–        “Terkadang saya tidak ingin pulang sama sekali.”

–        “ Saya lebih suka berada di kantor karena saya tahu di rumah saya akan lebih stres ditengah semua teriakan dan bentakan.”

 

  • Apa yang pasangan Anda lakukan:

–        Marah dan kesal karena Anda tidak ada

–        Merasa tidak dihargai

–        Merasa diabaikan

–        Mencari kenyamanan di tempat lain

 

  • Apa yang anak Anda lakukan:

–        Merindukan absennya orangtua

–        Kesal pada orang tua yang menghindarinya

–        Mengabaikan disiplin dari orangtua yang sering menghindar.

 

3. Orangtua yang kehabisan akal

  • Peristiwa:

Orangtua berhenti melakukan apapun

 

  • Apa yang biasanya Anda katakan:

–        “Sepertinya kami tidak tahu harus berbuat apa, jadi kami tidak melakukan apa-apa”

–        “Anak-anak tahu bagaimana mengatur kami dan mendapatkan apapun yang mereka inginkan.”

 

  • Apa yang pasangan Anda lakukan:

–        Setuju dengan Anda untuk tidak meributkan hal itu.

–        Mengira kalau menerima “ketidakmampuan” adalah hal yang wajar

 

  • Apa yang anak Anda lakukan:

–        Memanfaatkan situasi

–        Mengatur rumah

 

4. Orangtua yang berantakan

  • Peristiwa:

Anda tidak punya rutinitas sehingga tidak satupun yang selesai dilakukan

 

  • Apa yang biasanya Anda katakan:

–        “Kenapa lantai basah begini? Baiklah”

–        “Kenapa kamar ini berantakan? Oh biarkan sajalah.”

–        “Oh tidak, kamu terlambat sekolah.”

 

  • Apa yang pasangan Anda lakukan:

–        Membuat berbagai alasan

–        Berbuat kalau situasi itu tidak terjadi

–        Marah dan menyalahkan

 

  • Apa yang anak Anda lakukan:

–        Menutup telinga karena sikap tidak konsisten

–        Menghindari pekerjaan rumah tangga karena orang tua tidak mendelegasikan tugas

–        Terus terlambat dan tidak teratur, juga

5. Orangtua yang mencari-cari alasan

  • Peristiwa:

Anda mencari-cari alasan bagi semua tingkah laku yang buruk dan sangat jarang mendisiplinkan anak

 

  • Apa yang biasanya Anda katakan:

–        “Itu bukan masalah besar.”

–        “Aku juga begitu sewaktu kecil”

–        “Dia tidak menyakiti siapapun.”

 

  • Apa yang pasangan Anda lakukan:

–        Mencari-cari alasan juga

–        Merasa diremehkan ketika berusaha mendisiplinkan anak-anak

 

  • Apa yang anak Anda lakukan:

–        Merasa bebas melakukan apapun yang diinginkan

–        Belajar mengadu domba orang tuanya

–        Merasa boleh berbuat kenakalan

–        Menangis/merajuk sampai orang tua menyerah

 

6. Orangtua yang suaranya keras

  • Peristiwa:

Anda berteriak, membentak, dan menjerit.

 

  • Apa yang biasanya Anda katakan:

–        “DIAM! AYAH/IBU BILANG DIAM!”

–        “Matikan TV itu sekarang juga!”

 

  • Apa yang pasangan Anda lakukan:

–        Menutup telinga

–        Marah pada semua teriakan Anda

 

  • Apa yang anak Anda lakukan:

–        Menutup telinga

–        Takut pada orang yang berteriak

–        Mengira kalau teriakan adalah solusi bagi masalah

7. Orangtua yang suka mendesak/terlalu kritis

  • Peristiwa:

Anda mendesak, mengkritik, dan menentukan standar yang terlalu tinggi

 

  • Apa yang biasanya Anda katakan:

–        “Kenapa tidak pakai sepatu? Itu lebih bagus.”

–        “Bersihkan kamarmu, ini masih berantakan.”

–        “Kenapa kamu tidak dapat nilai A?”

 

  • Apa yang pasangan Anda lakukan:

–        Menutup telinga

–        Memandang Anda sebagai orang yang menyebalkan dan kehilangan rasa hormatnya pada Anda.

–        Memberi kompensasi berlebihan untuk mengimbangi kritik

 

  • Apa yang anak Anda lakukan:

–        Menutup telinga

–        Sangat kesal pada kritik

–        Menutup diri dari kritik

–        Menyengaja gagal daripada berusaha memenuhi standar yang terlalu tinggi

8. Orangtua yang meremehkan

  • Peristiwa:

Kontradiksi/pertentangan terus-menerus

 

  • Apa yang biasanya Anda katakan:

–        “Dia tidak bisa berubah.”

–        “Ah, prestasinya biasa-biasa saja.”

 

  • Apa yang pasangan Anda lakukan:

–        Merasa dikecilkan dan dianggap tidak ada

–        Meragukan kemampuan dirinya sebagai orang tua

–        Menjadi semakin frustrasi

–        Menarik dan menutup diri

 

  • Apa yang anak Anda lakukan:

–        Merasa bingung oleh berbagai pesan yang bertentangan

–        Belajar untuk membuat kesal orang tua

–        Bertindak untuk mendapatkan perhatian dari orang tua yang menutup diri

 

Sumber: Nanny 911 Handbook

 

***

Saya lagi berpikir-pikir, gaya pengasuhan saya nantinya seperti apa yaaaa?? Selama ini saya “berlatih” dengan menghadapi bayi-bayi kucing saya, si Nessie dan Leon, trus selama ini pula saya selalu mudah luluh oleh tampang manis mereka dan mata mereka yang seolah berkaca-kaca ketika mereka mengeong memelas…ingat puss in boots dalam film Shrek?? Sapa sih yang nggak meleleh? Saya berusaha sekuat hati untuk teguh pada pendirian, tapi memang susah yaaaa…misalnya saja saat malam tiba dan kucing-kucing itu harus tetap di luar rumah…proses mengeluarkan mereka itu lhooo yang menyayat hati *lebay.com*, karena mereka bakal mengeong-ngeong lama sekali.

 

Itu aja kucing yaaa…

Bagaimana nanti dengan anak saya?

Yang pasti jauh lebih saya sayangi dibanding kucing-kucing peliharaan itu…

Yang pastinya juga lebih adorable dibanding kucing-kucing ituuuu……………

???????

Yang pastinya harus belajar positive parenting yaaaaa….😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s