Badai itu Berlalu


Seminggu yang lalu ada orang iseng yang memaki-maki diriku di facebook, dia mengatakan bahwa aku perempuan yang tidak sepantasnya dicintai karena aku tidak bisa menghargai lelaki. Orang aneh yang baru kutemui sekali, dengan sekali berjabat tangan dan pelukan basa-basi.

Sebenarnya aku menghormati dia, terlebih karena kami sesama perempuan dan aku mengetahui latar belakangnya sekaligus nasib buruknya yang diselingkuhi oleh suaminya di depan matanya sendiri. Tapi perbuatannya padaku sungguh sangat menjengkelkan. Ia dan seorang temannya menghujatku dengan semau mereka meskipun mereka tidak mengenal pribadiku, tidak memahami latar belakang permasalahanku sehingga aku menyuarakan suatu pernyataan di facebook itu…

Memuakkan memang. Dan ia menyampaikan fitnahan kejam atas diriku pada orang lain, berusaha menjatuhkan citraku tampaknya!

Aku tahu kebusukan suaminya!

Suaminya adalah penipu.

Awalnya aku mengutuk perbuatan suaminya yang tak menghormati sucinya lembaga perkawinan, namun belakangan aku tahu mengapa ia berbuat begitu.  Perempuan itu sendiri lah yang menyebabkan sang suami berpindah ke lain hati. Perempuan itu mengataiku sebagai orang yang tidak dewasa, padahal lidahnya yang berbisa itu sendiri justru sebagai bukti betapa tidak matang cara pemikirannya.

Suaminya berselingkuh dengan seorang perempuan lain yang masih sekota juga dengannya.  Dua hari yang lalu aku mendengar kabar bahwa ia kemudian mengetahui perbuatan busuk suaminya. HAH!!

Perempuan itu tidak tahu bahwa aku juga pernah dikhianati, dia mengataiku sebagai perempuan yang tidak tahu diuntung karena menjelek-jelekkan suami (padahal aku tidak pernah menjelek-jelekkan calon suamiku!), sekarang dia tahu bahwa para lelaki di sana memang tak layak untuk serta merta dipercaya segala ucapannya. Entah dia tidak tahu atau dia pura-pura tidak tahu tentang perselingkuhan suaminya, hanya saja yang aku sesalkan adalah kebodohannya ikut campur dalam urusan yang bukan urusannya itu lho…!!! biang gosip banget kesannya.

Urusanku adalah urusanku, bukan urusannya, kecuali bila aku meminta bantuannya untuk meringankan beban urusanku bila kurasa itu perlu. Apa urusan dia tiba-tiba menghujatku di forum umum?? Apa aku melakukan suatu kesalahan padanya? Apa aku melanggar privasinya? Justru dialah yang melanggar privasiku…

Tapi meskipun begitu, aku memaafkan dia.

Kasihan sekali dia, harus bersikap seperti itu…

Kasihan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s