In His Circumtances


Tentang Aku

Melihatmu di sebuah persimpangan, lembut namun terselimut kebimbangan. Dan kita lalui satu dua jam untuk bicara, bicara hati tentang kisah dari kata, ya… kata-kata dalam kartu bicara. Sebatas itu namun tak kusangka akan membekas begitu dalam di hatimu. Kau terlalu peka untuk itu, kurasa… memang seperti itu lah dirimu.

Dalam perbincangan itu terurai sebuah kisah kepahitan yang diiringi tangis tertahan atas sebuah mahligai yang menyakitkan, sebuah luka yang kau sandang sendiri, mengiring sendu dalam bayang mata, tentangmu… gadis kecil tanpa daya dalam sebuah kapal tak bernahkoda.

Tak kusangka kedatanganku membuatmu menyisakan sudut galau itu… untukku…

Aku hanya bagian dari penyelenggaraan yang menarikan pesan-pesan dalam kesan, yang mencoba memeluk dan memegang di kala gelombang datang menggoncang, meski kadang kuakui aku juga adalah pecundang karena aku bersembunyi dalam pelarian panjang pencarianku menyasar hidup yang kujalani.

*****

Tentang Kau

Berada di dekatmu sungguh membuatku nyaman karena ku tahu kau akan menerimaku tanpa persyaratan. Kau akan menanti sampai kau memutuskan lelah menanti. Kau, meski rapuh sesungguhnya sangat kuat, di balik ketidakberdayaan itu kau menyimpan sebuah kekuatan yang menyembuhkan, yang tanpa ku sadari, mungkin itu yang membuatku kembali.

Tapi aku seperti angin.. datang dan pergi tanpa diundang dan diantar… kadang angin itu membawa hujan… sehingga membawa bebauan khas yang merindukan… Dan tanpa kusadari, itu membuatmu terluka, meninggalkan parut yang tersimpan lama. Ketika angin datang menerpa, sesaat dalam tiap pertemuannya, meski berjalan dalam arakan awan, kau tahu aku bukan lawan hanya kawan, yang menghembuskan angin adnan. Rasanya seperti angin pengharapan, tapi aku hanyalah angin buritan yang bertugas sesuai arahan, datang dan pergi tak tertahan, seturut yang disebut Tuhan.

*****

Tentang Kita

Mungkin aku hanya menjadi teman perjalanan di saat-saat kau menemui persimpangan… kemudian aku pergi karena jalanku memang berbeda dan di luar inginku… lalu mungkin kau akan bertemu denganku lagi entah di persimpangan lainnya.

Aku sendiri mungkin sangat… sangat bingung dengan jalan hidupku ini… dengan segala hal yang entah bagaimana aku harus lakukan… entahlah, siapa aku sebenarnya… dan untuk apa aku ada dan tiada…

Aku tahu doamu tulus untukku, pun penantianmu pada pelarianku..

namun aku sungguh tak terhentikan,

kerinduanku tak pernah terartikan,

dan aku tak layak dinantikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s