In Her Circumtances (1)


Tentang diriku

Tentang pertemuan kita. Aku tidak pernah menyangka akan mengenalmu. Aku tidak pernah menyangka dapat dekat denganmu. Aku tidak pernah menyangka akan menyukaimu. Aku tidak pernah menyangka bahwa suatu saat kau akan memasuki hidupku. Tapi itu semua ternyata telah terjadi, tanpa kuharapkan, tanpa kuinginkan, tanpa alasan.. terjadi begitu saja..

Aku tidak pernah menyangka perasaan indah itu timbul dan menjadi semacam virus yang menjangkiti hatiku. Selama ini aku merasa aku adalah perempuan yang paling mampu menjaga hatiku hanya untuk seorang laki-laki saja, tapi ternyata kesombonganku terpatahkan dengan bercabangnya hatiku saat bertemu denganmu. Kurasa itu bukan kesalahan dan memang tak ada yang dapat dipersalahkan. Mungkin Tuhan menyiapkan rencana tertentu untukku… dan saat ini, memang belum waktunya untukku mengetahuidetail apa yang direncanakanNya tersebut. Aku merasa seperti seorang anak kecil yang diberi bingkisan ulang tahun oleh orang tuanya, bertanya-tanya..apa gerangan isi bingkisan tersebut, menanti-nanti saat yang tepat untuk membukanya…

Aku tidak menyesal. Aku tidak terluka. Aku merasa lebih baik karena aku telah mengambil tindakan yang berani dengan mengatakannya padamu, dengan resiko apapun yang menungguku. Mengijinkan seseorang asing masuk dalam kehidupanku saja telah merupakan sebuah tindakan yang heroik, mengingat aku selalu menjaga diriku dari kemungkinan merasakan penolakan dari orang lain. Aku sudah berani melewati itu semua. Terima kasih padamu. Mungkin sudah saatnya bagiku untuk melalui serangkaian proses pedewasaan, yang membuat aku lebih matang, lebih tangguh, lebih arif menghadapi kehidupan. Kehadiranmu memiliki arti lebih karena bertepatan dengan berawalnya proses itu. Disadari atau tidak, kau memang telah jauh memasuki kehidupanku.

Tidak ada alasan menyukaimu. Tidak ada alasan tidak menyukaimu.
Semua terjadi begitu sempurna dan seketika..

Tentang mematikan perasaan… maaf aku tidak dapat melakukannya. Bukannya aku tidak menyadari jurang yang memisahkan kita, bukannya aku terlalu besar kepala dan tidak memandang diriku..hanya saja, hatiku menolak melakukannya. Terserah apa katamu, selama tidak mengganggumu kurasa tak akan ada masalah. Dan aku jamin, perasaan itu akan menjadi bagian dari diriku dan memiliki tempatnya sendiri dalam hatiku, tanpa perlu mengusikmu. Kurasa semua orang berhak untuk menyimpan perasaan seperti itu, tak peduli apapun yang terjadi. Bukankah Tuhan jua yang mencipta rasa?

Hanya waktu yang dapat membuktikan, apakah perasaan itu akan bertahan atau… secepatnya musnah sebagaimana cepatnya ia datang. Aku tidak akan mati karena hal itu.

Tentang dirimu

Tentang perasaanmu padanya.
Kau sangat menyanyanginya, mengapa tak mencoba untuk meraihnya kembali dan merengkuhnya ke dalam pelukmu lagi? Aku tidak mengetahui banyak tentang perjalanan cinta kalian, hanya saja.. bukankah untuk menemukan cinta kita memang membutuhkan banyak pengorbanan? Bukankah untuk menjaga cinta, kita harus banyak berjuang? Memang menyakitkan, mungkin melelahkan.. tapi bukankah nanti hasilnya akan manis? Cobalah kau ingat, apa yang telah kau lakukan untuk memperjuangkan cintanya? Apakah akan menguap begitu saja? Bagiku.. jika aku menyerah, apa yang akan kudapatkan? Jika aku melaju, apa yang nanti menungguku? Aku hanya perlu dan keberanian untuk menemukan jawaban atas pertanyaan itu. Hanya waktu.

Kau yang berpacu dengan waktu..
Jika sisa cinta dari masa lalu itu masih berakar kuat dalam hatimu, mata hatimu tak akan mampu melihat cinta yang lain yang ada dan ditawarkan untukmu. Percayakah kau.. di luar sana, ada seseorang yang memang ditakdirkan oleh-Nya menjadi belahan jiwamu? Kau tidak akan mampu melihatnya jika mata dan hatimu masih tertuju pada seseorang di masa lalu.

Aku mengerti bahwa cinta sulit tergantikan begitu saja.. tapi akan hanya ada dua pilihan untukmu.. meraihnya kembali atau membuka hati dan memberikan kesempatan bagi seseorang yang mungkin dapat mengisi hatimu dengan sempurna. Dan tahukah kau.. kau pun berhak untuk bahagia, lepas dari bayang-bayang itu..

Menurutku, yang kau perlukan hanya keberanian. Keberanian untuk melangkah… mundur ke masa lalu dan mencoba merengkuhnya kembali atau.. maju dan menemukan seseorang yang akan menemanimu di masa depan. Kau butuh keberanian untuk menegaskan perasaanmu.. dengan pemikiran bahwa kau tidak ingin terjebak selamanya dalam cinta yang absurd. Cinta akan membawa kedamaian. Jika tidak, maka itu tak lagi dapat disebut sebagai cinta.. karena cinta itu membebaskan..

Bukankah hidup terlalu singkat untuk sebuah ketakutan?

Tentang kita

Kuharap tak ada yang akan berubah meski keadaan kini telah berbeda..
Aku menyayangimu..
Kau orang yang baik.. kau pun berhak untuk bahagia..
Tak putus usahaku untuk memaknai apa yang terjadi padaku dan merenungkannya setiap malam dalam panjatan doa-doaku. Tak putus usahaku untuk mencoba mematikan perasaan itu sebelumnya, tapi entah mengapa, tanpa kutahu sebabnya, aku masih menyimpan sebuah harapan.. tak apa jika ku ingin menyimpan rasa itu rapat-rapat dalam hatiku. Tak apa. Tak akan mengusikmu. Dan aku tak akan mati karena rasa itu.

Aku mencintaimu..
Hanya saja, kita harus tetap berpijak pada realita, bukan? Rasa adalah sesuatu yang abstrak, yang bila tidak kita ucapkan maka tak ada orang lain yang akan mengerti.. sesuatu yang ada dalamlubuk hati, angan-angan, harapan, impian… boleh saja memilikinya, asalkan kita tetap mempunyai sesuatu yang kita pegang dan wujudkan dalam kehidupan nyata. Seperti aku memiliki laki-laki itu sebagai kekasih nyataku dan kau memiliki perempuan itu sebagai pujaanmu..

Mungkin kelak di suatu masa, ada kesempatan untuk kita bersama..
Aku akan mengingatmu selalu
Karena aku mencintaimu..
Tak apa kau melupakanku
Aku akan mengenalimu
Karena aku mencintaimu..
Aku mencintaimu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s