Simfoni

Ah,

Aku tahu, akan terlalu berlebihan jika aku terus mengulang-ulang pernyataan yang sama. Dan aku lebih paham lagi bahwa apapun yang aku katakan tidak ada artinya sedikit pun bagimu. Aku akan membiasakan diri untuk itu.

Ah,

Dan kemudian akupun belajar untuk tidak lagi takut pada apapun respon yang kau tunjukkan. Dengan begitu, aku akan terbebas. Mencintaimu atau tidak, tak lagi menjadi fokus pentingnya, melainkan lebih pada “kebebasan untuk menjadi diri sendiri”.

Continue reading “Simfoni”

Purnama

Purnama telah berlalu beberapa hari yang lalu. Meninggalkan perlahan-lahan gelap sebagai sisa.

Tuan,

Tahukah engkau bahwa menuliskan pesan untukmu itu sungguh membuat dadaku berdebar-debar? Aku takut menghadapi apapun jawabanmu. Di sisi lain, aku ingin tetap membersamaimu meskipun tidak dapat bertemu muka denganmu. Aku ingin tetap mencarimu.

Continue reading “Purnama”

Books

Last Monday, I went to Gramedia book store and bought these books since I had plenty of time waiting for my IELTS simulation test to take place. I arrived at IONs before 9 am while the instructor would be ready at 10 am. Therefore, I decided to go to Gramedia. I had planned to give my client a coloring book, so I thought going to Gramedia for killing time would be a genius idea. .
.
After I arrived at Gramedia, I was excited because the bazaar provided me many coloring books! I got confused to choose so I just bought some. Then, I found Jane Austen’s quote compilation book (based on some of her worldwide-known novels) entitled A Fair Lady and A Fine Gentleman. Meanwhile, a novel Between Shades of Gray catched my eyes. I had not read it yet but I thought it would be a perfect gift for a dear friend of mine, so I put it into my chart. And finally, I found a perfect book for one of my students who is struggling on a specific issue of listing and organizing his works. .
.
It is relieving to get lost in a book store. I enjoy a silent moment with myself even though I am surrounded by crowd. This kind of feeling may not be understood by others but for me, it is essential. Books pull a trigger for my self reflection process. I do not say that I will believe all that are written there but they surely help me to learn perspective taking. They help me grow my empathy and in the end, support me to be more thoughtful in many ways. By reading some good books, I may learn to read myself 😊

IMG_20170413_182616_612

 

Jauh

Kemudian aku memahami bahwa kita tidak bisa menyalahkan tindakan kita di masa lalu atas hasil yang kita hadapi di masa kini.

Kita tidak bisa menyalahkan apa yang ada saat ini akibat dari kesalahan kita di masa lalu. Apalagi menyalahkan orang lain yang sebenarnya tak berhak dipersalahkan, terlepas dari betapa menyebalkannya dia saat ini. Sudah terjadi.

Maka, jangan salahkan aku jika aku semakin jauh. Aku masih marah padamu.
.
Satu-satunya jalan adalah memaafkan.
Memaafkan kesalahan.
Melepaskan.
Kemudian menerima kenyataan.
Maka, maafkan dirimu.
Perbaiki selama ada waktu.
Mumpung ada waktu.
Selagi ada waktu.
Hadapi saja.
Sulit, tapi hadapi saja.
Masa bodoh lainnya, hadapi saja.
Masalah tidak selesai dengan kau menghindarinya.
.
Maafkan dirimu. Dan aku akan memaafkan diriku karena belum bisa memaafkanmu. Bukan untukmu, tapi untukku.

“Little darling, the smiles returning to the faces
Little darling, it seems like years since it’s been here
Here comes the sun
Here comes the sun, and I say
It’s all right”
(Here Comes The Sun, by The Beatles)

#parentchildrelationship
#lovehaterelationship
#selfacceptance
#selfforgiveness
#forgiveness
#happier2017

IMG_20170331_205131_809
📆 Picture was taken in December 2016
📷 me
🚩 Bumi Langit

Beautiful Mess

tiff infomation

I always say that this kind of messy stuffs are my beautiful mess. Only me who can exactly understand where I put my stuff, even though I do often forget too.. 😂✌
.
Back to this picture, these are the stuffs messed up at my desk today. Two glasses are my new (the black case) and my old (the flowery up cycled case) ones, a pen, markers, calendars, a mouse, a notebook, a perfume –here is Kistna from The Body Shop.
.
Yes, it is a crowded day! I have to go here and there.. lecturing, preparing for teaching materials, confirming and coordinating few things with my assistants, meeting up with peoples, writing down and working on some tasks which are closely meet the deadline, greeting my clients just to check up how they are. .
Well, of course I always still have times to greet my dearest ones. To say “I love you”, to show them I care. I do, I really do. Then, I send some virtual hugs and kisses. And I also receive some simple texts which are successfully made me feel abundantly contended (because of the person who sent it, of course).
Then in the evening, I am so excited receiving a package from old buddy –wow, books! The books I wanted from a quite long time ago 😊
You don’t have any idea how relieved I am now.
.
***
My lesson learned today:
Love comes from many ways.
If someone is kind to you, just accept it.
Be grateful of it, be happy of it.
You don’t have to ask why.
Don’t bother yourself by wandering what is the reason behind that act.
Just be happy.
Period.
(PS: I share this ‘lesson’ as my closing speech at IUP class this evening after we finish discuss about Gordon Allport personality theory 😊)
.
.
#lovedones #friendship #messydesk #worklife #selflove #selfacceptance
#longlifelearning #insight #happier2017

Berdamai

Kepada perempuan yang ditinggalkan,

Percayalah bahwa dirimu tetap berharga. Ia yang meninggalkanmu hanya tidak memahami seberapa berharganya dirimu, sehingga ia lebih memilih untuk pergi.

Memang tidak ada yang menyenangkan ketika kehilangan, namun percayalah bahwa suatu saat nanti akan ada seseorang yang rela berjuang untukmu karena ia mengerti arti penting dirimu.

Aku tahu sulit untuk percaya bahwa dirimu berharga ketika kau merasa telah ditinggalkan, namun tidak apa-apa..pelan-pelan saja, berdamailah dengan rasa sakit yang kau punya. Hingga perlahan ia akan tergantikan oleh rasa lainnya bahkan tanpa benar-benar kau ketahui persisnya kapan.

***

Kepada perempuan yang diabaikan,

Ketika kau merasa tidak diinginkan oleh lelakimu, sesungguhnya kau sedang tidak menginginkan dirimu sendiri. Karena kau memberikan syarat pada dirimu untuk kau terima. Karena kau beranggapan bahwa dirimu berharga hanya jika dicintai olehnya. Padahal, ada atau tidak ada dia, tetap dirimu berharga.

Aku tahu. Sakit sekali ketika dia memilih untuk pergi. Seolah duniamu runtuh dan pecah berantakan. Namun apalah guna menahan laju seorang yang bahkan tak pernah ingin tinggal?

Berdamailah dengan dirimu dan kuatkan bahwa bahagiamu tak melulu tentang dia.

***

Kepada perempuan yang sedang jatuh cinta,

Kau benar-benar tulus mencintainya? Iya aku percaya itu. Hanya saja, dia terlalu buta untuk melihat ketulusan yang ada di dirimu. Itu bukan salahmu.

Cintailah dia dengan sebaik-baiknya cinta yang kau punya. Doakan kebaikan untuknya sebagai wujud kasihmu. Doakan kehabagiaan untuknya meskipun saat ini kebahagiaan itu tidak melibatkan dirimu di dalamnya.

Tetap lah menjadi perempuan yang penuh kasih. Bahwa penolakannya tidak membuatmu menjadi perempuan yang kehilangan kemampuan untuk mengasihi. Perempuan yang tangguh dan berani.

***

Kepada perempuan yang memutuskan untuk pergi,

Kau gila jika tetap berada di sana. Bertahan pada sebuah hubungan yang menjadi benalu di hidupmu sungguh bukan pilihan yang bijak untuk menjalani hidup.

Lelaki itu harusnya berterimakasih karena kau bersedia bertahan sebegitu lama. Dia berkhianat pun kau tetap memaafkannya. Itu gila. Hingga terjadi berulang kali ia membayar hanya dengan janji manis semata. Sudah waktunya kau memperjuangkan dirimu. Tidak memperjuangkan dia yang tidak serius memperjuangkan mu.

Perceraian tidak pernah mudah bagi perempuan. Namun aku percaya kau perempuan yang tangguh untuk menghadapi itu. Kau mungkin tak lagi secantik dulu, namun percaya lah, kualitas mu saat ini tak mengurangi kelayakanmu untuk dicintai.

Berdamailah dengan ketakutanmu. Katakan bahwa semua baik-baik saja. Akan baik-baik saja.

***

Kepada perempuan yang bertahan,

Kau sungguh tangguh berjuang. Hatimu seluas dan sedalam Samudera. Ia dipenuhi oleh kebaikan dan harapan yang menguatkanmu untuk  bertahan menghadapi tantangan kehidupanmu.

Kau pemberani. Yakin lah bahwa di ujung perjalanan, kau akan menemukan kebahagiaan sebagaimana kau perjuangkan. Kau berjuang karena bagimu itu penting untuk diperjuangkan.

Berdamailah dengan dirimu. Tak mengapa jika menurut mereka itu tak layak diperjuangkan. Sepanjang bagimu penting, berjuang lah.

***