Beku

Dan aku pun bingung dengan apa yang hendak ku tuliskan pada selembar kertas kosong ini. Serupa pergulatan ketika antara pikiran dan perasaanmu tak sejalan yang kemudian membuatmu tersadar bahwa kau tidak pergi kemana-mana. Kau tetap ada di tempat yang sama, tidak maju atau pun mundur kembali. Berada di titik yang sama semenjak semula.

Itulah aku yang tak melakukan apa-apa dan membisu. Itulah aku kini. Serupa membeku. Seorang diri.

Continue reading “Beku”

Cukup

Sulit mengungkapkan perasaan yang satu ini ketika kau tidak menemukan kata yang tepat. Namun kemudian, aku memilih “cukup”. Dan aku benar-benar merasa cukup.ย Cukup dengan keberadaannya yang sederhana. Cukup dengan kehadirannya yang seadanya. Cukup hanya dengan mendengarkan perkataan tanpa suara. Cukup dengan melihat tanpa bertatap muka dan seolah yakin bahwa dia baik-baik saja di sana.

Apakah aku tidak ingin lebih dari cukup?

Manusia mana yang tidak memiliki bibit serakah di dalam hatinya? Ah, tentu aku ingin lebih dari ini. Aku ingin benar-benar mendengarkan suara merdunya. Aku ingin sekali lagi menggenggam tangannya dan kali ini pasti akan lebih lama. Aku ingin sekali bersandar mengakui bahwa aku benar-benar membutuhkan kekuatan darinya. Aku sebagai manusia yang serakah tentu menginginkan itu semua.

Namun bagiku saat ini, cukup adalah cukup.

Aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Kali ini aku akan lebih waspada. Karena aku tidak sanggup untuk kehilangan untuk kedua kalinya. Tidak. Berpikir tentang itu saja telah memunculkan sesak di dada.

***

Maka kukatakan,

Aku cukup denganmu. Seperti ini, tak mengapa. Akan kucukupkan, akan kuterima. Karena yang terpenting adalah adamu. Entah apakah itu untukku atau hanya kebetulan saja begitu, bagiku sama saja. Aku sudah cukup bahagia.

Terimakasih telah ada, sebagai dirimu di sisiku, dengan caramu yang kupercaya sebagai satu-satunya cara untuk membuatku bahagia.

Ijinkan kuterbangkan pesanku melalui angin malam ini, agar sampai padamu untuk kau pahami. Bahwa cinta dapat kita cukupkan dalam penuh syukur atas kecukupan yang ada di depan mata. Seperti cinta yang kupunya untuk kita, sebagaimana adanya.

Simfoni

Ah,

Aku tahu, akan terlalu berlebihan jika aku terus mengulang-ulang pernyataan yang sama. Dan aku lebih paham lagi bahwa apapun yang aku katakan tidak ada artinya sedikit pun bagimu. Aku akan membiasakan diri untuk itu.

Ah,

Dan kemudian akupun belajar untuk tidak lagi takut pada apapun respon yang kau tunjukkan. Dengan begitu, aku akan terbebas. Mencintaimu atau tidak, tak lagi menjadi fokus pentingnya, melainkan lebih pada “kebebasan untuk menjadi diri sendiri”.

Continue reading “Simfoni”

Purnama

Purnama telah berlalu beberapa hari yang lalu. Meninggalkan perlahan-lahan gelap sebagai sisa.

Tuan,

Tahukah engkau bahwa menuliskan pesan untukmu itu sungguh membuat dadaku berdebar-debar? Aku takut menghadapi apapun jawabanmu. Di sisi lain, aku ingin tetap membersamaimu meskipun tidak dapat bertemu muka denganmu. Aku ingin tetap mencarimu.

Continue reading “Purnama”

Books

Last Monday, I went to Gramedia book store and bought these books since I had plenty of time waiting for my IELTS simulation test to take place. I arrived at IONs before 9 am while the instructor would be ready at 10 am. Therefore, I decided to go to Gramedia. I had planned to give my client a coloring book, so I thought going to Gramedia for killing time would be a genius idea. .
.
After I arrived at Gramedia, I was excited because the bazaar provided me many coloring books! I got confused to choose so I just bought some. Then, I found Jane Austen’s quote compilation book (based on some of her worldwide-known novels) entitled A Fair Lady and A Fine Gentleman. Meanwhile, a novel Between Shades of Gray catched my eyes. I had not read it yet but I thought it would be a perfect gift for a dear friend of mine, so I put it into my chart. And finally, I found a perfect book for one of my students who is struggling on a specific issue of listing and organizing his works. .
.
It is relieving to get lost in a book store. I enjoy a silent moment with myself even though I am surrounded by crowd. This kind of feeling may not be understood by others but for me, it is essential. Books pull a trigger for my self reflection process. I do not say that I will believe all that are written there but they surely help me to learn perspective taking. They help me grow my empathy and in the end, support me to be more thoughtful in many ways. By reading some good books, I may learn to read myself ๐Ÿ˜Š

IMG_20170413_182616_612

 

Jauh

Kemudian aku memahami bahwa kita tidak bisa menyalahkanย tindakan kita di masa lalu atas hasil yang kita hadapi di masa kini.

Kita tidak bisa menyalahkan apa yang ada saat ini akibat dari kesalahan kita di masa lalu. Apalagi menyalahkan orang lain yang sebenarnya tak berhak dipersalahkan, terlepas dari betapa menyebalkannya dia saat ini. Sudah terjadi.

Maka, jangan salahkan aku jika aku semakin jauh. Aku masih marah padamu.
.
Satu-satunya jalan adalah memaafkan.
Memaafkan kesalahan.
Melepaskan.
Kemudian menerima kenyataan.
Maka, maafkan dirimu.
Perbaiki selama ada waktu.
Mumpung ada waktu.
Selagi ada waktu.
Hadapi saja.
Sulit, tapi hadapi saja.
Masa bodoh lainnya, hadapi saja.
Masalah tidak selesai dengan kau menghindarinya.
.
Maafkan dirimu. Dan aku akan memaafkan diriku karena belum bisa memaafkanmu. Bukan untukmu, tapi untukku.

“Little darling, the smiles returning to the faces
Little darling, it seems like years since it’s been here
Here comes the sun
Here comes the sun, and I say
It’s all right”
(Here Comes The Sun, by The Beatles)

#parentchildrelationship
#lovehaterelationship
#selfacceptance
#selfforgiveness
#forgiveness
#happier2017

IMG_20170331_205131_809
๐Ÿ“† Picture was taken in December 2016
๐Ÿ“ท me
๐Ÿšฉ Bumi Langit

Beautiful Mess

tiff infomation

I always say that this kind of messy stuffs are my beautiful mess. Only me who can exactly understand where I put my stuff, even though I do often forget too.. ๐Ÿ˜‚โœŒ
.
Back to this picture, these are the stuffs messed up at my desk today. Two glasses are my new (the black case) and my old (the flowery up cycled case) ones, a pen, markers, calendars, a mouse, a notebook, a perfume –here is Kistna from The Body Shop.
.
Yes, it is a crowded day! I have to go here and there.. lecturing, preparing for teaching materials, confirming and coordinating few things with my assistants, meeting up with peoples, writing down and working on some tasks which are closely meet the deadline, greeting my clients just to check up how they are. .
Well, of course I always still have times to greet my dearest ones. To say “I love you”, to show them I care. I do, I really do. Then, I send some virtual hugs and kisses. And I also receive some simple texts which are successfully made me feel abundantly contended (because of the person who sent it, of course).
Then in the evening, I am so excited receiving a package from old buddy –wow, books! The books I wanted from a quite long time ago ๐Ÿ˜Š
You don’t have any idea how relieved I am now.
.
***
My lesson learned today:
Love comes from many ways.
If someone is kind to you, just accept it.
Be grateful of it, be happy of it.
You don’t have to ask why.
Don’t bother yourself by wandering what is the reason behind that act.
Just be happy.
Period.
(PS: I share this ‘lesson’ as my closing speech at IUP class this evening after we finish discuss about Gordon Allport personality theory ๐Ÿ˜Š)
.
.
#lovedones #friendship #messydesk #worklife #selflove #selfacceptance
#longlifelearning #insight #happier2017